Setiap Guru memiliki cerita unik untuk dibagikan. Jangan ragu untuk membagikan kisah, pengalaman maupun tantangan yang pernah anda hadapi, Karena dari setiap cerita kita dapat belajar dan tumbuh bersama.

MUH. HUSAIN

Setiap Guru memiliki cerita unik untuk dibagikan. Jangan ragu untuk membagikan kisah, pengalaman maupun tantangan yang pernah anda hadapi, Karena dari setiap cerita kita dapat belajar dan tumbuh bersama.

Kamis, 20 Februari 2025

Runtuhnya Identitas Bagi Generasi Muda

 Identitas Nasional merupakan istilah yang terdiri dari dua kata yaitu identitas dan nasional. Identitas adalah ciri-ciri, jati diri atau tanda yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang berguna untuk membedakannya dengan yang lainnya. Sementara nasional adalah berkaitan dengan kelompok sosial yang terikat oleh kesamaan, baik kesamaan budaya, agama, fisik, keinginan, atau cita-cita. Jika digabungkan maka, identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. Fungsi dari identitas nasional ini yaitu sebagai landasan negara, sebagai pembeda dari negara lainnya, dan juga sebagai alat untuk mempersatukan bangsa. 

Fungsi sebagai landasan negara yaitu dapat membantu negara tersebut untuk berkembang, serta dapat mewujudkan cita-cita bangsa tersebut. Lalu sebagai pembeda dari negara lain dikarenakan setiap negara memiliki keunikan, karakteristik yang berbeda beda, tentu itu yang membuat suatu negara menjadi khas dan dapat diketahui perbedaannya, serta menjadi jati diri dari negara tersebut. Identitas itu tidak lupa untuk terus dikembangkan supaya tidak punah atau hilang. Fungsi terakhir yaitu sebagai alat mempersatukan bangsa, sehingga kehidupan sosial dapat berjalan dengan aman dan damai. Tanpa adanya identitas nasional, suatu bangsa akan sulit untuk dipersatukan dan berjalan bersama.

Ada beberapa unsur dari identitas negara Indonesia yaitu bendera Sang Merah Putih, Bahasa Indonesia, lambang negara Garuda Pancasila, semboyan bangsa Bhinneka Tunggal Ika, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dasar falsafah Pancasila, konstitusi negara UUD 1945, bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sistem pemerintahan Indonesia (pasal 35 dan 36 UUD 1945)

Semakin pesatnya perkembangan era globalisasi memberikan ruang bagi siapa saja terutama generasi muda untuk lebih mengenal dan memahami cara berpikir dan kebudayaan bangsa lain. Namun tidak sedikit generasi muda Indonesia yang telah melupakan identitas bangsanya yang berdampak pada hilangnya rasa nasionalisme. Belakangan ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang menampilkan aksi seorang pemuda, yang membakar bendera merah putih. Setelah diadakan investigasi diketahui pelaku adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Malaysia. Sebagian besar rasa nasionalisme kurang berkembang dengan baik pada generasi muda. Hal ini disebabkan antara lain karena minimnya pemahaman mereka terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan kurang mendapat perhatian dari mereka. Oleh karena itu, untuk meningkatkan rasa nasionalisme, generasi muda perlu menambah wawasan sejarah dan melestarikan budaya Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan supaya generasi muda selalu ingat dengan identitas nasional yang telah diperjuangkan dengan susah payah. Menghargai upacara bendera sebagai bagian menghargai jasa pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih mengibarkan sang saka merah putih di seluruh negeri. Lebih baik generasi muda belajar sedari kecil apa itu identitas nasional dan maknanya, sehingga kelak beranjak dewasa dapat memaknai identitas negara tersebut. Dengan demikian generasi muda akan mempunyai pemahaman yang luas tentang Identitas Nasional Indonesia dan selalu menjaga sebagai jati dirinya sendiri. 

Minggu, 09 Februari 2025

Selamat Hari Pers Nasional dan 100 Hari Pramoedya Ananta Toer

Kali pertama saya mengenal sosok Paramoedya Ananta Toer adalah melalui bukunya Tetralogi Buru. Buku yang terdiri dari 4 seri yaitu Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Buku yang kaya bahasa sastra dan tinggi imajinasi ini begitu epik menarik perhatian saya, membawa saya tenggelam dalam bacaan, dan setiap sajian bahasanya seakan membawa saya menyelami dan mengalami peristiwa -peeristiwa yang di tulisan Pramoedya Anta Toer. Artinya kali pertama saya memahami Pram bukan dari biografinya ataupun perjalanan hidupnya, yang pertama saya kenali dari seorang Pram adalah imajinasinya, adalah karyanya, adalah sastranya yang begitu lezat disantap dalam Tetralogi Buruh. 


Melalui stady Club "Demokratik" yang kami bentuk bersama kawan-kawan, kurang lebih waktu itu saya memasuki semester 3 perkuliahan. Kawan Rudhy Pravda -lah  yang pertama kali memperkenalkan  empat seri Tetralogi Buruh karya Pram. Melalui inisiatif yang disepakati secara bersama untuk membentuk study Club, saya pun terlibat dalam menjual buku kawan Rudy sekaligus mengoleksinya atau membelinya menjadi hak milik, ada beberapa buku yang saya koleksi diantaranya adalah Tetralogi Buruh. dan melalui Studi Club kecil itu saya mulai mengenal karya sastra Pramoedya Ananta Toer. 


Yang paling membuat saya baper pengetahuan dari karya Pram adalah pesan Nyai Ontosoroh kepada Minke yang ditulis oleh Pram "Tahukah engkau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun, karena engkau menulis, suaramu takkan padam di telan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari", Pram menggambarkan karakter penjajah dikala itu, Annelis yang sudah menjadi Istri sah Minke harus dibawa ke Belanda dengan alasan yang tidak masuk akal, mau tidak mau Minke harus menanggung derita cinta yang sangat memilukan, perkawinan yang baru dimulai, baru seumur jagung dipaksakan oleh Belanda harus berpisah. Langkah yang dilakukan oleh Belanda itu adalah siasat untuk merebut kekayaan (sebuah perusahaan) Nyai Ontosoroh yaitu dengan cara melenyapkan ahli waris dalam hal ini adalah Annelis. Minke yang begitu mencintai Annelis tenggelam dalam kerinduan, kesedihan, dan derita batin yang membuatnya larut dalam nestapa. Melihat kondisi Minke seperti itu, Nyai Ontosoroh sebagai ibu mertua  memberikan semangat dan mencoba memulihkan  Minke. 


Minke sendiri dalam Tetralogi Buruh sebenarnya adalah Tirto Adi Suryo, pendiri mendan Priyayi, surat kabar (Pers) pertama yang dimiliki oleh Pribumi Indonesia. Melalui surat kabar inilah aspirasi dan suara rakyat Indonesia mulai diakomodir untuk membangun persatuan melawan Hindia Belanda diawal tahun 1900. 


Sastra Pram tidak tenggelam dalam imajinasi begitu saja, Pram mengungkapkan sejarah, watak penjajah, kondisi sosial, politik, dan pejuang Indonesia dikala itu dalam Tetralogi Buruh. Dan harus dicatat karya Pram tidak berdiri netral namun berpihak kepada Perjuangan Bangsa Indonesia, berpihak kepada kemanusiaan dan kebenaran serta  menentang Kolonialisme dan Imperialisme.  Dititik itulah Pram adalah sosok Sastrawan yang memiliki dedikasi yang begitu besar bagi Bangsa ini. Dedikasi yang harus dihargai, dan harus terus diperjuangkan oleh generasi Bangsa Saat ini.


Pram, saya anak generasi 2000-an menjuluki engkau sebagai Bapak Sastra Indonesia. 


Jumat, 07 Februari 2025

Mengapa guru harus hadir sebagai sosok yang menginspirasi?


saya terkesima membaca kisah seorang guru di india pada muridnya yang dia sapa Karim, ketika sang guru mengajak muridnya menyaksikan baaimana membakar kertas dengan loop, dan ketika kertasnya terbakar beliau berpesan pada muridnya.... "Karim, if you focus on your work, you'll be amazed at what you can achieve." (Karim, jika kamu fokus pada pekerjaanmu, kamu akan kagum dengan apa yang bisa kamu capai) pesan yang sangat menginspirasi, istilah gen z: menyala abangku...... ini hanya salah satu dari sekian banyak kalimat yang menginspirasi abdul karim dari sang guru, yang kemudian menginspirasi dan membuat Abdul Kalam yang berasal dari keluarga biasa biasa saja namun tumbuh menjadi tokoh yang sangat cerdas, ahli since, dikenal sebagai bapak peluru kendali, ahli rudal, selain itu ia sukses menjadi presiden ke 12 india....

kita tau bahwa ada jutaan guru yang mengajar dan mempraktekkan hal serupa, namun tidak semua guru dapat menginspirasi muridnya dari peristiwa atau proses pembelajaran yang telah ia lakukan...., ada berbagai aktivitas mengajar yang dilakukan guru, guru punya begitu banyak momen atau peristiwa yang digunakan sebagai kesmepatan untuk menginspirasi muridnya, Lalu mengapa tidak semua menggunakan kesempatan tersebut sebaia momen yang sangat baik untuk menginspirasi murid? Padahal betapa pentingnya peran seorang guru dalam menginspirasi murid dan mengambil Hikmah dari berbagai peristiwa yang terjadi pada saat guru menjalankan perannya baik saat mengajar maupun mendidik.

sebab kehadiran seorang guru, terutama dalam perannya sebagai sosok inspirator bagi murid muridnya, kita kita flashback ke masa masa saat kita msh di bangku SD sampai sekolah menengah, kita bisa ingat dengan sangat jelas bahwa yang membuat kita suka terhadap mata pelajaran itu dimulai dari Guru, jika gurunya mengajar dengan cara menyenangkan, menarik, mudah dimengerti, gurunya baik, perhatian mengayomi dan memberikan teladan dan inspirasi, maka kita akan mulai suka dengan mata pelajaran yang guru tersebut ajarkan, begitu juga sebaliknya jika guru mengajarnya membosankan, njelimet dan semacamnya maka kita sebagai murid juga akan malas malasan masuk kelas. 

Jika seorang guru hadir sebagai seorang inspirator, bagi para muridnya, maka hal inilah yang akan menisakan kesan dan meninggalkan jejak yang mendalam dalam kehidupan murid, sehingga murid dapat melampaui batas-batas ruang kelasnya, akan mendorong muridnya untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Mereka akan membuka cakrawala pemikiran murid sehingga mereka mampu melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas, sebab Ketika seorang murid merasa terinspirasi oleh gurunya, mereka akan memiliki semangat belajar yang tinggi. Mereka akan merasa bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat.

Sehingga Seorang guru yang inspiratif adalah aset berharga bagi dunia pendidikan. Inspirasi yang diberikan oleh guru akan menjadi bekal bagi murid untuk menghadapi tantangan di masa depan. Guru yang sperti inilah yang akan membuat murid menjadikan pendidikan sebagai adalah eskalator untuk mengubah masa depan, eskalator untuk mengubah taraf hidup, membuat murid tetap optimis, sehingga mereka dapat nyalakan lilin demi lilinimpian, membuat mereka dapat berlari menggapai gapailah bintang masa depan sesuai kodrat dan potensinya.

Hal inilah yang membuat guru tidak akan pernah dapat tergantikan oleh siapapun termasuk oleh teknologi canggih sekalipun, walaupun hari ini kita tau persis bahwa dengan kecanggihan teknologi, dimana teknologi bisa menyajikan pengetahuan dan keterampilan, yang terkini dengan AI, bisa menjawab pertanyaan apapun yang kita berikan, bahkan bisa berkali kali lipat lebih cerdas dibanding guru, tentang etika, tentang agama tentang tuhan tentang alam semesta, atau tentang apapun yang ingin anda ketahui teknologi bisa menyajikannya dengan sangat baik dan detail mengalahkan guru, teknologi juga dapat menyajikan gambaran tentang bagaimana berprilaku baik dan berprilaku buruk serta apa dampaknya.... 

Pertanyaan kritisnya adalah, guru seperti apa yang tidak bisa digantikan oleh teknologi? Guru yang tak tergantikan adalah guru yang tau bagaimana cara mengolah lahan yang cocok tau cara menumbuhkan potensi murid, guru yang tau bagaimana merawat, mempuk potensi murid yang ia tumbuhkan dan kemudian membuat murid dapat memanen hasil belajarnya dimasa yang akan datang, sebagaimana Kihadjar dewantara menaganalogikan guru ibarat seorang Petani, guru yang sperti ini tidak perlu khawatir dengan kecanggihan teknologi, tidak perlu berhadap hadapan dengan teklogi apalagi menjadikannya sebagai rival, melainkan justru dengan kecanggihan teknologi dapat ia manfaatkan untuk membantunya mewujudkan Impian muridnya. Diman guru dapat menggunakan berbagai sumber daya online, seperti video, simulasi, dan game edukasi, dan berbagai platform online untuk memfasilitasi pembelajaran kolaboratif siswa dalam aktivitas pembelajarannya.

Oleh karena itu sangat penting seorang guru memilih profesi guru atas dasar kesadaran dan kecintaan terhadap profesinya sehingga guru dapat menjiwai perannya sebagai seorang pendidik, bukan sebagai profesi atas dasar keterpaksaan karena tidak dapat survive dan mendapatkan pekerjaan lain lalu menjadikan profesi guru hany sekedar sebagai sandaran hidup untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi, sebab jika demikian maka yakinlah bahwa Ketika ia menjalankan peran seadanya saja, hanya sekedar mengajar materi Pelajaran dan ogah ogahan untuk menginspirasi, tidak mencerahkan, tidak punya geliat untuk meningkatkan kapasitasnya, tidak kreatif, tidak inovatif, cara mengajarnya repetitif dari tahun 0 sampai hari ini, tidak membangun suasana belajar yang interaktif dan dialogis serta tidak bisa menjadi roll model bagi murid, yang dipikirkan adlah kapan gajian kapan tunjangannya akan dibayarkan dan semacamnya, maka guru yang seperti ini bisa digantikan oleh teknologi, malah mungkin teknologi jauh lebih baik dari guru yang demikian.

nah pertanyaan berikutnya adalah kita semua yang berprofesi sebagai guru masuk kategori yang mana? Jawabannya ada pada diri kita masing masing.  Yang pasti adalah jika kita menolak kategori yang bisa digantikan teknologi, maka kita harus bertekad untuk terus menerus bergeliat meningkatkan kapasitas diri, terus menerus menginspirasi, lebih kritis, lebih kreatif, lebih inovatif, serta tidak kan berhenti berikhtiar untuk membangun suasana belajar yang lebih interaktif, lebih menyenangkan, lebih dialogis, lebih humanis dan yang terpenting harus menjadi roll model agar Ketika kita menjalankan peran menginspirasi murid maka guru terlebih dahulu melakukannya....