A. PENDAHULUAN
Setiap anak atau siswa adalah individu yang unik. Mereka memiliki perbedaan dalam berbagai hal. Mulai dari gaya belajar, minat dan kesiapan belajar. Keunikan dan kekhasan yang melekat pada setiap anak atau siswa itu, sekiranya perlu terfasilitasi dengan baik.
Di sekolah Guru memiliki tanggung jawab untuk menfasilitasi keunikan dan kekhasan anak atau siswa tersebut agar setiap anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.
Dalam rangka memfasiltasi keunikan dan kekhasan siswa, salah satu caranya Guru harus menerapkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka.
Faktanya pembelajaran berdiferensiasi didalam ruang kelas belum maksimal. Dampaknya hasil belajar siswa rendah. Ada kendala mengapa pembelajaran berdiferensiasi belum maksimal yakni fasilitas terbatas.
Fasilitas yang terbatas guru kesulitan menyediakan sumber belajar dan media pendukung pembelajaran sehingga gaya belajar anak tidak terakomodir. Tetapi praktik baik yang saya lakukan yakni pengelolaan kelas terintegrasi teknologi berhasil mengatasi permasalahan tersebut.
Praktik baik itu berangkat dan kekawatiran dan kegelisahan saya yang selanjutnya saya akan uraikan dalam Alur STAR dan akan melampirkan video praktik baik dibagian penutup tulisan ini.
Praktik baik ini saya merasa perlu menggambarkannya disini sebab praktik baik inilah yang selanjunya saya jadikan agenda "KALIBER" (Kolaborasi dan Berbagi) baik instasi, organisasi profesi maupun komunitas belajar.
B. ISI
1. SITUASI
Di UPTD SMAN 1 Mehalaan, siswa unik dan khas. Baik dari segi minat,bakat,
kebutuhan belajar pun gaya belajar itu sendiri. Hasil asesmen diagnostik non
kognitif diketahui siswa memiliki tiga
gaya belajar yang ditunjukkan dalam diagram berikut:

(Hasil persentase gaya belajar Peserta didik)
Keberhasilan Penerapan pembelajaran berdiferensiasi, ada beberapa hal
menjadi penunjangnya. Termasuk sumber belajar, media pendukung pembelajaran serta
model pembelajaran yang sesuai agar gaya belajar siswa bisa terfasilitasi.
Di UPTD SMAN 1 Mehalaan, penerapan pembelajaran
berdiferensiasi belum berjalan makasimal.
Guru belum maksimal menerapkan pembelajaran berdiferensiasi karena penunjangnya
seperti sumber belajar baik teks dan file sangat terbatas. Media pendukung
seperti video, gambar dan infografis kurang inovatif. Selain itu model strategi
pembelajaran yang dipilih belum sesuai. Ketiga hal tersebut siswa yang unik dan
khas belum terakomodir gaya belajarnya. Dampaknya hasil belajar siswa rendah.
Situasi diatas terkonfirmasi
hasil raport pendidikan bahwa Ditahun 2023 lalu, SMAN 1 Mehalaan masih terdapat
indikator yang perlu dibenahi yakni kualitas pembelajaran. Didalam indikator
tersebut ada beberapa subindikator yang perlu ditingkatkatkan, salahsatunya
metode pembelajaran.

Hasil belajar siswa rendah bisa terlihat dalam pembelajaran yang telah saya lakukan Unit
“Pancasila dan UUD NRI 1945” Fase E
kelas X dengan jumlah siswa 22 orang. Asesmen yang penulis lakukan hasilnya seperti
yang tergambar dalam diagram Berikut :

(Diagram persentase hasil Asesmen Peserta didik sebelum melakukan
praktik baik)
Penerapan pembelajaran diferensiasi yang kurang maksimal, utamanya
diferensiasi Konten dan Proses, Siswa jenuh dan kurang semangat dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran. Alih-alih mencapai tujuan pembelajaran, memahami
sebagian materi siswa kesulitan.
Namun setiap masalah pasti ada solusinya. Dengan mengedepankan cara
berpikir aset, maka keterbatas bukan jadi penghalang Agar pembelajaran
Berdiferensiasi maksimal, Inovasi pembelajaran
yang telah saya lakukan di UPTD SMAN 1 Mehalaan adalah PENGELOLAAN KELAS
TERINTEGRASI TEKNOLOGI DAN SUMBER BELAJAR DIGITAL MENGGUNAKAN MODEL
PEMBELAJARAN LEARNING STATION.
Mengapa Praktik Baik ini Penting
Praktik baik ini penting bahwa ditengah permasalahan-pemasalahan belajar
diruang kelas, menggunakan teknologi dan sumber belajar digital menjadi salah
satu solusi. Dengan Teknologi bisa menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Teknologi
bisa dimamfaatkan guru dalam menyiapkan sumber belajar dan media pendukung
pembelajaran yang kreatif, bukan semata mengandalkan buku teks, dalam rangka menghadirkan
pembelajaran Berdiferensiasi diruang kelas
Dan
Praktik baik ini penting saya bagikan ke
GTK-GTK yang hebat dimanapun berada, bahwa kita yang dekat dengan digital,
beraneka ragam platform-paltform teknologi lahir, sesungguhnya itu adalah
peluang, memamfaatkannya dalam pembelajaran untuk menhadirkan pembelajaran yang
kreatif dan inovatif adalah niscaya, bisa menyelesaikan sekelumit masalah yang
tengah kita hadapi didalam ruang kelas.
Peran dan tanggung jawab saya
Peran saya dalam praktik baik ini adalah sebagai penginisiatif dan pelaku.
Sebagai
seorang guru saya memiliki tanggung jawab menghadirkan pembelajaran yang
berdiferensiasi, kreatif, inovatif, bermakna dan menyenangkan untuk menjawab
kebutuhan belajar siswa.
2. TANTANGAN
1.)Tantangan dalam menjalankan praktik baik ini adalah mampukah saya menyiapkan
sumber belajar beragam, media pendukung menarik dan memilih model pembelajaran
yang tepat dalam rangka penerapan pembelajaran Berdiferensiasi?2.) Turunan dari
tantangan pertama adalah mampukah saya menghadirkan metode pembelajaran untuk
membenahi kualitas pembelajaran sesuai dengan rapor pendidikan?
Pihak yang terlibat dalam praktik ini
Dalam menjalankan praktik baik ini tentu dengan sendiri tidak bisa
terlaksana. Saya melibatkan selain saya sebagai Guru, juga Murid, Rekan sejawat
dan tentu kepala Sekolah yang telah memberikan suport moral dalam melaksanakan
praktik baik ini
3. AKSI
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
Dalam rangka menghadapi tantangan yang telah saya uraikan diatas, maka
saya :
1)Menyiapkan berbagai sumber
belajar yang relevan sesuai kebutuhan belajar murid. 2) Membuat desain media
pendukung pembelajaran yang menarik. 3) Memilih model pembelajaran yang relevan
saya telah mengembangkan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) https://muhhusain.github.io/muhammadhusanigassmpi.github.io/ . MPI ini bisa dikases menggunak laptap, chromebook dan handphone. MPI
ini saya kembangkan untuk menunjang digitalisasi dan pembelajaran diferensiasi
disekolah. Di MPI ini saya menggabungkan
beberapa Media, seperti teks, infografis, video, dan kuis yang telah saya
desain menarik. Mengakomodir gaya belajar siswa
Selain itu Saya juga memamfaatkan PMM untuk mencari teks,video dan
asesmen sesuai kebutuhan dan minat siswa. Saya menggunakan Rumah Belajar dan
buku.kemendikbud.go.id untuk mencari sumber belajar tambahan. saya juga telah
membuat perpustakaan digital https://sites.google.com/view/muhaverroeshusain/koleksi-buku yang telah terisi kurang lebih 1000 buku pdf. Saya arahkan siswa
mengunjungi perpustakaan digital tersebut untuk mencari referensi tambahan
terkait materi pembelajaran.
Ragam konten, baik MPI, Perpustakaan digital serta teks, video, gambar, infografis, dan media
pendukung lain yang telah saya kumpulkan dari beragam sumber belajar seperti PMM, Linknya saya tautkan di Google Classroom.
Saya memamfaatkan Google Classrom untuk mengelolah dan mengorganisir materi
serta tugas-tugas siswa secara online dan real time. Saya juga memberikan feedback langsung kepada
siswa.
Canva for Education saya gunakan untuk membuat presentasi, video, gambar
dan infografis yang menarik. selain Penyampaian Materi menjadi mudah dipahami,
animasi yang saya desain dibantu AI (artificial Intelegence) siswa menjadi
lebih senang menonton, mengamati dan mencermati media tersebut.
Google dengan berbagai produknya juga saya mamfaatkan dalam pembelajaran.
Salah satunya google doc saya gunakan untuk pengerjaan tugas secara
kolaboratif. Aksesnya yang saya ubah menjadi semua pelihat adalah editor,
sehingga siswa berkerjasama dengan temannya dalam mengerjakan tugas yang saya
berikan secara online.
Untuk mengevaluasi siswa, saya memamfaatkan google form, quizizz,
wordwall dan educaplay untuk membuat permainan interaktif seperti drag and
drop, katak melompat, pengejaran dalam labirin yang sudah saya sesuaikan dengan
topik. Pilihan asesmen yang bervariasi dan feedback otomatis sehingga dapat
langsung memperbaiki kesalahan membuat siswa termotivasi dan tidak membosankan
karena dalam pengerjaanya mereka merasa seperti sedang bermain game bahkan
mereka meminta mengulang mengerjakannya untuk mendapatkan nilai yang lebih
baik.
Terakhir, Saya menggunakan Padlet sebagai alat bantu siswa mengungkapkan
perasaannya dan berefleksi terkait pembelajaran. Fitur interaktif yang
disediakan padlet sangat membantu saya mendapatkan umpan balik langsung tentang
pemahaman mereka, saya bisa menyusaikan pembelajaran secara cepat. Siswa merasa
lebih terlibat karena bisa berinteraksi langsung dengan materi. Bukan hanya
menerima secara pasif.
Keseluruhan Penggunaan teknologi yang saya gunakan dalam praktik baik ini
membantu saya memantau perkembangan siswa secara real time. Siswa juga lebih
senang membaca materi, mengerjakan kuis menggunakan android ketimbang
menggunakan kertas.
Teknologi dan sumber belajar digitas diatas, Saya menggunakan Model
pembelajaran Learning Station yang saya anggap relevan memenuhi kebtuhan
belajar murid. membagi siswa dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok
mengunjungi station sesuai pentunjuk yang saya berikan.
Strategi dan bagaimana pelaksanaanya
1)Saya melakukan asesemen diagnostik menggunakan Quiziz, saya memetakan
kemampuan awal siswa dan membentuk kelompok. Siswa saya bagi dalam 4 kelompok.
2) Selanjutnya saya mempersiapkan semua media yang akan saya gunakan dalam
aktivitas pembelajaran. 3) Setelah semua siap, saya masuk kedalam aktivitas
pembelajaran menggunakan model Learning station. Adapun sintaks leraning
station sebgai berikut :
a. Membagi siswa kedalam beberapa kelompok
b. Menentukan jenis station dan pergerakan siswa ke station.
Dalam model pemebelajaran Leraning Station ini, saya membuat 5 Station.
Saya menyediakan berbagai macam media di setiap station. Station 1, saya
menyediakan MPI yang telah saya kembangkan. Station 2, Video dan teks yang
telah saya ambil di PMM. Station 3, Membaca komik yang bisa diakses di
perpustakaan digital SMAN 1 mehalaan yang telah saya buat. Setelah mambaca
Komik, mengisi Asesmen via Googl form. Station 4, Game edukasi menggunakan
aplkasi Educaplay.
Setiap kelompok punya waktu 10 menit di setiap Station. Setelah sampai 10
menit masing-masing kelompok bergeser ke station berikutnya. Kelompok yang
titik berangkatnya di station 1, akan bergeser ke station 2, dan begitu
seterusnya.
Saya menyediakan berbagai macam media di setiap station, semua anak akan
melewatinya. Bisa jadi ada anak yang cukup dengan teks sudah paham. Bisa jadi
dengan teks plus video bisa paham. Bisa jadi dengan teks, video, komik dan
media pendukung lain. Disini saya tidak
mengkotak-kotakkan anak atau dikelompokkan berdasarkan gaya belajar. Misal ada
anak yang hanya belajar video atau ada anak yang hanya belajar menggunakan
Audio. Menurut saya itu malah membatasi anak.
Setelah semua kelompok mengunjungi station, selanjutnya ada station 5,
atau station Bersama. Di station ini siswa mendiskusikan topik permasalahan
yang telah saya siapkan. Siswa menjawab topik permasalahan sesuai dengan bekal
yang sudah didapat ketika selesai mengunjungi 4 station. Saya memakai google
doc yang linknya telah saya tautkan di google classroom. Setelah mereka selesai
mengerjakan, tugas diserahkan ke classroom. Saya bisa memantau secara real time
progres pengumpulan tugas mereka.
c. Ringkasan materi
tahap selanjutnya,
saya merevium ulang materi dari awal dan mempersilahkan siswa untuk bertanya
terkait materi. Selanjutnya saya memberi penguatan
d. Penilaian dan refleksi
Tahap terakhir, saya
melakukan asesmen formatif. Untuk asesmen ini saya menggunakan aplikasi
Wordwall “Pengejaran dalam Labirin”.
Game menantang ini siswa berlari ke zona jawaban yang benar sambil
menghindari musuh. Asesmen berbentuk game ini sangat disukai siswa karena
sesuai dengan minat mereka diera digital ini. Setelah melakukan asesmen
formatif, selanjutnya refleksi bersama. Saya menggunakan Padlet dalam refleksi.
Siswa menuangkan perasaannya selama proses pembelajaran dan menuliskan apa yang
belum dipahami.
Siapa yang terlibat
Dalam praktik baik ini yang terlibat saya sebagai guru mata pelajaran dan
siswa. Selain itu rekan sejawat juga sangat membantu saya dalam merekam video.
Sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai strategi ini
Dalam pelaksanaan praktik baik ini, sumber daya yang saya butuhkan adalah
a.
Sarana
dan Prasarana Jaringan wifi, dalam hal ini saya menggunakan wifi sendiri yang
saya siapkan sebagai alternatif jika jaringan tidak stabil
b.
Gadget.
Hanya satu siswa yang tidak memiliki gedget karena rusak dan saya meminjamkan
gedget saya pada saat pembelajaran berlangsung
c.
Orang
tua siswa yang menyiapkan kuota internet untuk anaknya
d.
Dukungan
kepala sekolah dan rekan sejawat selama praktik baik saya lakukan
e.
Kemampuan
saya menggunakan platform-platform media digital setelah mengkuti pelatihan
PEMBATIK dan Google Master Trainer
1. REFLEKSI
Setelah saya melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan
mengintegrasikan dengan teknologi dan sumber belajar digital menggunakan model
pembelajaran learning Station, berdasarkan observasi dan penilaian yang
dilakukan dampaknya bisa terlihat ketika siswa antusias mengikuti pembelajaran dan
hasil asesmen pada topik “Pancasila” adalah 97 persen siswa paham utuh dan 3 persen
paham sebagian. 3 persen paham sebagian karena pada pertemuan sebelumnya tidak sempat hadir mengikuti pelajaran karena
sedang persiapan Jambore Pramuka. Tapi untuk yang 3 persen ini saya sudah
memberikan pembelajaran tambahan. Artinya praktik baik ini menunjukkan hasil
yang baik.

(Diagram persentase Asesmen
Peserta didik pasca melakukan praktik baik)
Peserta didik mencapai hasil yang baik, faktor keberhasilannya karena
sumber belajar yang beragam, media pendukung yang menarik dan model
pembelajaran yang sesuai sehingga gaya belajar siswa terakomodir. Selain itu, sebagai
guru harus selalu melakukan pengembangan profesional,dan selalu berkarya dengan
inovasi-inovasi untuk mewujudkan Kurikulum merdeka.
c. PENUTUP
Demikian Praktik baik yang telah saya lakukan, sekiranya praktik baik ini akan memenuhi fungsinya bilamana menjadi referensi bersama dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi dalam implementasi kurikulum merdeka. selanjutnya saya akan desiminasikan lewat Gerakan KALIBE, sebagai penutp berikut video praktik Baik yang telah saya lakukan
.png)
.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar