Sukacita membasahi Juli 2024 ketika penantian yang-- sampai-sampai bunga di depan rumah sempat layu, terbayar tuntas ketika 28 juli saya menerima email dari BLPT Kemendikbudristek aku dinyatakan lolos sebagai peserta pembatik level 1 Literasi. Aku menyambutnya dengan amat antusias, seperti saat sedang merindukan seseorang lalu berambisi untuk bertemu, seperti itulah aku bersemangat mendapat Pemberitahuan ini.
Webiner pertama dilaksanakan pada tanggal 31 juli 2024. Tanggal
29 Juli-10 agustus 2024, dalam rekat haru dan senyum, kubaca uraian materi, 12 agustus kukerjakan TAM , tugas akhir dan post tes
level.
Sebanarnya awal-awal menjalani pendidikan, menyerah muncul bergelimpangan bercampur gelisah,
was-was dan mungkin juga keraguan. Saya tidak ada pengalaman dengan teknologi,
aku hanya guru biasa, Keinginan untuk berhenti saja tumpah disepenuh dada.
Namun aku teringat kisah penaklukan andalusia oleh panglima
Tariq bin ziyad. Konon saat kapal-kapal perang pasukan Tariq telah lego jangkar
di pantai Andalusia setelah menyebrang selat Gibraltar, sang panglima berdiri
penuh wibawa. Dihadapan pasukannya yang terbatas ia tegaskan maklumat"
bakar semua kapal-kapal yang telah mengantarkan kita kesini". Mendengar
perintah sang panglima, ketakutan mencekam beberapa pasukan. Tetapi karena ini
adalah perintah tertinggi, maka tiada seorang yang berani memprotes, jawaban
hanya siap laksanakan. Dan kapal-kapal itu dalam sekejab akhirnya dibakar.
Diantara bara yang menyala itu, Tariq menyulut semangat juang " Lautan
terbentang dibelakang kalian, dan tidak ada jalan selamat bagi kalian kecuali
dengan pedang".
Dalam situasi terjepit seperti itu, api perang memuncak
dikepala pasukan. Mereka tanpa pilihan akhirnya bertempur dengan segala apa
yang mereka punya. Aku membayangkan situasinya seperti itu bahwa ketika PEMBATIK 2024 dimulai dan bunyikan gong peletup, maka tidak
ada alasan bagi aku yang lolos, untuk
tidak menlanjutkan proses. Mundur satu langkah adalah bentuk penghianatan
Seketika itu aku bangkit. Semngat membuncah didada. ku tarik
nafas dalam-dalam lalu mulai aku sekalian biar ini juga meyakinkan Penilai,
bahwa aku di disini belum ada pengalaman apa-apa tapi ditubuh melekat semangat
untuk berubah. Difikiran hanya satu bahwa jika keringat sudah menetes ke bumi
selebihnya urusan langit.
Pendaftar ramai. Mereka datang dari segala penjuru, ribuan
orang dari 485 kabupaten/kota seperti bah air mengalir. Panitia mencatat
Sebanyak 700 ribu lebih orang pendaftar.
Lebih kurang 3 bulan berselang, Dinihari nan dingin, 14
oktober 2024 lagi-lagi aku menerima email dari BLPT, aku dinyatakan lolos ke
level 4, aku tersentak kaget melepaskan
diri dari pelukan Istri. Ups monmaaf! Maksudnya melepaskan diri dari pelukan
bantal. Detak jantungku mengencang,
hingga hampir-hampir membongkar dadaku yang bertameng rusuk, yang, sekuat baja.
dinyatakan lolos Ada senang tak terkira . Senangku luar biasa sampai-sampai
level kesenagan itu setara ketika melihat anggota dewan yang tidak pro rakyat,
runtuh dari altar kekuasaan.
Itu adalah pengumuman yang sudah lama aku tunggu yang menanti hasilnya aku seperti bapak-bapak menunggu proses kelahiran anak pertama. Bolak-balik cek Laman Pembatik seperti bolak-balik temani istri kontrol ke dokter kandungan. Upps!
Dalam kisah bakar kapal yang sempat aku singgung diatas,
pasukan Tariq bin Ziyad bertempur dalam nyali menyala hingga mereka keluar
sebagai pemenang. Untuk itu agar menang dan meraih impian maka tugas utama kita
adalah membakar keraguan.
Lolos ke etape 4 ini sekaligus didaulat jadi sahabat
teknologi, yang selanjutnya mempalajari materi hingga dua minggu kedepan, ada
bahagia luar biasa. Tentu saja lebih membahagiakan ketimbang menerima ucapan
selamat ulang tahun plus kalimat maut " Om kapan nikah".
Beberapakali aku mengikuti
Pelatihan. Pelatihan ini, pelatihan itu dan peletihan babibu. Tapi
diantara sekian banyak Pelatihan, entah kenapa, pelatihan inilah yang paling meninggalkan kesan. Literasi,implmentasi,
kreasi, hingga berbagi dan berkolaborasi, dalam proses itu ada banyak moment
yang tak selalu lurus dan itu menorehkan banyak hal bagi aku pribadi yang suka mencoba-coba ini.
Ia Sahabat Teknologi bukanlah seperti hadiah dari kekasih
yang begitu saja dan secara cuma-cuma diberikan. Mengisahkan kait kelindan
antara semangat, melankolis dan semangat
lagi mengiringinya. Kerap pilu juga kalut adalah sepenggal proses yang tumpah ketika
merengkuhnya. Ada value disetiap lembarnya. Mengajarkan bangkit seusai jatuh
Dua minggu kedepan
kami akan berbagi dan berkolaborasi.
Ada kebimbangan yang melahirkan pertanyaan dalam kepala ku antara
“menyerah dan bertahan” Namun aku masih tetap bertahan dengan sikap tegas ku.
Program Pembatik dianggap sebagai penjara yang menakutkan bagi seorang
Pecundang, sebab program Pembatik itu hanya bisa melahirkan kesatria.
Menjelang Pelatihan
ini berakhir,aku menyadari satu hal, proses di Pembatik bukanlah hal yang
mudah. Rintangan datang silih berganti. Tapi dari situ banyak hal yang saya
pelajari, salah satunya paras tegak dan
tegar menjadi semboyan membakar api semangat kesatria tak gentar walaupun sedikit yang tersisa.
Intelektual bernyali ada pada mereka yang memiliki kekuatan semangat, itu yang
kami percaya. Menjadi semangat kami untuk tetap berdiri tegak.
Banyak hal yang kami goreskan dan dilalui selama 3 bulan
terakhir. Namun berhubung cuaca dingin
menembus jeket yang sudah dua minggu tidak kucuci ini, dan masih ada agenda
lain yang lagi berupaya mencari arah, maka Kusudahi tulisan ini dengan mengutip
sebauh kalimat sakti" Seorang kesatria tidak akan menyesal dengan
keputusannya baik di masa lalu, masa kini atau masa mendatang. Jika 1 detik
saja ia menyesal, maka 1000 tahun kedepan ia adalah pecundang “…
.png)
.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar