Selasa, 15 Oktober 2024

MEMBAKAR RAGU : Jalan Panjang Menjadi " Sahabat Teknologi"


Sukacita membasahi Juli 2024  ketika penantian yang-- sampai-sampai bunga di depan rumah sempat layu, terbayar tuntas ketika 28 juli saya menerima email dari BLPT Kemendikbudristek aku dinyatakan lolos sebagai peserta pembatik level 1 Literasi. Aku menyambutnya dengan amat antusias, seperti saat sedang merindukan seseorang lalu berambisi untuk bertemu, seperti itulah aku bersemangat mendapat Pemberitahuan ini.

Webiner pertama dilaksanakan pada tanggal 31 juli 2024. Tanggal 29 Juli-10 agustus 2024, dalam rekat haru dan senyum, kubaca uraian materi, 12 agustus  kukerjakan TAM , tugas akhir dan post tes level.

Sebanarnya awal-awal menjalani pendidikan, menyerah  muncul bergelimpangan bercampur gelisah, was-was dan mungkin juga keraguan. Saya tidak ada pengalaman dengan teknologi, aku hanya guru biasa, Keinginan untuk berhenti saja tumpah disepenuh dada.

Namun aku teringat kisah penaklukan andalusia oleh panglima Tariq bin ziyad. Konon saat kapal-kapal perang pasukan Tariq telah lego jangkar di pantai Andalusia setelah menyebrang selat Gibraltar, sang panglima berdiri penuh wibawa. Dihadapan pasukannya yang terbatas ia tegaskan maklumat" bakar semua kapal-kapal yang telah mengantarkan kita kesini". Mendengar perintah sang panglima, ketakutan mencekam beberapa pasukan. Tetapi karena ini adalah perintah tertinggi, maka tiada seorang yang berani memprotes, jawaban hanya siap laksanakan. Dan kapal-kapal itu dalam sekejab akhirnya dibakar. Diantara bara yang menyala itu, Tariq menyulut semangat juang " Lautan terbentang dibelakang kalian, dan tidak ada jalan selamat bagi kalian kecuali dengan pedang".

Dalam situasi terjepit seperti itu, api perang memuncak dikepala pasukan. Mereka tanpa pilihan akhirnya bertempur dengan segala apa yang mereka punya. Aku membayangkan situasinya seperti itu bahwa ketika  PEMBATIK 2024  dimulai dan bunyikan gong peletup, maka tidak ada alasan bagi aku yang lolos,  untuk tidak menlanjutkan proses. Mundur satu langkah adalah bentuk penghianatan

Seketika itu aku bangkit. Semngat membuncah didada. ku tarik nafas dalam-dalam lalu mulai aku sekalian biar ini juga meyakinkan Penilai, bahwa aku di disini belum ada pengalaman apa-apa tapi ditubuh melekat semangat untuk berubah. Difikiran hanya satu bahwa jika keringat sudah menetes ke bumi selebihnya urusan langit.

Pendaftar ramai. Mereka datang dari segala penjuru, ribuan orang dari 485 kabupaten/kota seperti bah air mengalir. Panitia mencatat Sebanyak 700 ribu lebih orang pendaftar.

Lebih kurang 3 bulan berselang, Dinihari nan dingin, 14 oktober 2024 lagi-lagi aku menerima email dari BLPT, aku dinyatakan lolos ke level 4, aku  tersentak kaget melepaskan diri dari pelukan Istri. Ups monmaaf! Maksudnya melepaskan diri dari pelukan bantal. Detak jantungku  mengencang, hingga hampir-hampir membongkar dadaku yang bertameng rusuk, yang, sekuat baja. dinyatakan lolos Ada senang tak terkira . Senangku luar biasa sampai-sampai level kesenagan itu setara ketika melihat anggota dewan yang tidak pro rakyat, runtuh dari altar kekuasaan.

Itu adalah pengumuman yang sudah lama aku tunggu  yang menanti hasilnya aku seperti bapak-bapak menunggu proses kelahiran anak pertama. Bolak-balik cek Laman Pembatik seperti bolak-balik temani istri kontrol ke dokter kandungan. Upps!

Dalam kisah bakar kapal yang sempat aku singgung diatas, pasukan Tariq bin Ziyad bertempur dalam nyali menyala hingga mereka keluar sebagai pemenang. Untuk itu agar menang dan meraih impian maka tugas utama kita adalah membakar keraguan.

Lolos ke etape 4 ini sekaligus didaulat jadi sahabat teknologi, yang selanjutnya mempalajari materi hingga dua minggu kedepan, ada bahagia luar biasa. Tentu saja lebih membahagiakan ketimbang menerima ucapan selamat ulang tahun plus kalimat maut " Om kapan nikah".

Beberapakali aku mengikuti  Pelatihan. Pelatihan ini, pelatihan itu dan peletihan babibu. Tapi diantara sekian banyak Pelatihan, entah kenapa, pelatihan  inilah yang paling meninggalkan kesan. Literasi,implmentasi, kreasi, hingga berbagi dan berkolaborasi, dalam proses itu ada banyak moment yang tak selalu lurus dan itu menorehkan banyak hal  bagi aku pribadi yang suka mencoba-coba ini.

Ia Sahabat Teknologi bukanlah seperti hadiah dari kekasih yang begitu saja dan secara cuma-cuma diberikan. Mengisahkan kait kelindan antara  semangat, melankolis dan semangat lagi mengiringinya.  Kerap  pilu juga kalut  adalah sepenggal proses yang tumpah ketika merengkuhnya. Ada value disetiap lembarnya. Mengajarkan bangkit seusai jatuh

Dua minggu kedepan  kami akan berbagi dan berkolaborasi.  Ada kebimbangan yang melahirkan pertanyaan dalam kepala ku antara “menyerah dan bertahan” Namun aku masih tetap bertahan dengan sikap tegas ku. Program Pembatik dianggap sebagai penjara yang menakutkan bagi seorang Pecundang, sebab program Pembatik itu hanya bisa melahirkan kesatria.

Menjelang  Pelatihan ini berakhir,aku menyadari satu hal, proses di Pembatik bukanlah hal yang mudah. Rintangan datang silih berganti. Tapi dari situ banyak hal yang saya pelajari, salah satunya  paras tegak dan tegar menjadi semboyan membakar api semangat kesatria  tak gentar walaupun sedikit yang tersisa. Intelektual bernyali ada pada mereka yang memiliki kekuatan semangat, itu yang kami percaya. Menjadi semangat kami untuk tetap berdiri tegak.

Banyak hal yang kami goreskan dan dilalui selama 3 bulan terakhir. Namun berhubung  cuaca dingin menembus jeket yang sudah dua minggu tidak kucuci ini, dan masih ada agenda lain yang lagi berupaya mencari arah, maka Kusudahi tulisan ini dengan mengutip sebauh kalimat sakti" Seorang kesatria tidak akan menyesal dengan keputusannya baik di masa lalu, masa kini atau masa mendatang. Jika 1 detik saja ia menyesal, maka 1000 tahun kedepan ia adalah pecundang “…

 

0 Comments:

Posting Komentar