Kamis, 10 Oktober 2024

Suara Gemuruh itu Dari Gedung SMAN 1 Mehalaan

 

Matahari terbit ditimur lalu perlahan bergeser menuju barat. Itu tanda natural yang diatur oleh sistem waktu atas kehendak kuasa pencipta semesta.

Dibawah kolong langit dimana matahari berputar menuju kebarat itu, ada gedung nan sederhana berdiri kokoh. Gedung itu bernama SMAN 1 Mehalaan. Guru-guru muda kreatif dan inovatif disanalah bersarang.
Senin pagi,gedung itu mengeluarkan suara serupa gemuruh. Tapi Gemuruh Itu bukan sebab tsunami. Bukan pula gempa atau banjir. Apalagi sebab hantaman petir.
Suara gemuruh itu lantaran Masa pengenalan lingkungan sekolah(MPLS) kepada siswa baru sedang dihelat. Pimpinan gedung itu berdiri penuh wibawa memberikan lecutan dari belakang sehingga siswa baru melompat ke langit.
Hampir 8 tahun SMAN 1 Mehalaan lahir, dalam perjalananya, setahun belakangan gemuruh itu baru benar-benar terasa.
Itu tidak terlepas dari upaya tak henti. Di SMAN 1 Mehalaan ini, pemegang tongkat komando, Lelaki Asal Balla Bernama Demmangngala Christoforus punya peran maha penting. Ia pekerja tanggu dan disiplin. Lewat sentuhan-sentuhan halusnya, Ketika pohon SMAN 1 Mehalaan hampir tumbang diterpa angin, beruntung takdir membawanya ke gedung ini dan mengangkat SMAN 1 Mehalaan ke permukaan.
Demanngala adalah perawat pohon yang visoner, tegas dan "keras", tapi bukan berarti kejam, sebab tak otoriter. Ia paham bahwa memimpin SMAN 1 Mehalaan yang lahir didesa atau pegununagn, sekalipun secara sosiologis lebih terbuka dengan perubahan, tak bisa dengan gaya kepemimpinan pesisir. Sebab diPegunungan tak seperti lautan yang beriak.
Istilah-istilah di daratan pun kerap ia ungkapkan. Sebut saja “harus pandai membaca arah angin”, Kesemuanya butuh kesiapan mental, fisik, taktik, strategi, dan sebagainya agar pohon tetap berdiri, tak tumbang di terpa angin.
Di balik kepemimpinannya yang beraroma daratan, Demangngala mengedukasi anak bauahnya hampir setiap saat dengan harapan, mereka semakin profesional , disiplin dan Juga menyuntikkan strategi. Meramu jurus-jurus piawai
Langkah yang tak kalah penting ditempuhnya ketika mengeluarkan perintah serupa dekrit untuk membersihkan semua sampah yang membuat SMAN 1 Mehalaan bergerak ditempat. Ia mengeluarkan kalimat yang jadi motto SMAN 1 Mehalaaan" Taat, Disiplin, berimtaq menuju sukses"". gema kalimat-kalimat itu membakar semangat juang para anak buahnya
Al hasil kurang lebih 90 minggu berlalu, perubahan-perubahan kecil di SMAN 1 Mehalaan mulai terdengung. Guncangan- guncangan kecil itu sudah mulai menghantam sisi utara dan selatan gedung ini berdiri. Tanda SMAN 1 Mehalaan tak akan pudar dengan tantangan dan halangan apapun.
Nyanyian perubahan itu terus melantun hingga ke sanubari langit, menjadi bait-bait do’a dari orang-orang yang tulus dan ikhlas dalam memperjuangkan SMAN 1 Mehalaan, dan membuktikan diri pada keadaan bahwa Demangngala tak akan meninggalkan SMAN 1 Mehalaan dalam keadaan apapun.
Banyak langkah progres sudah diperbuat. Hampir dua tahun di Sman 1 Mehalaan jejak juangnya telah terakumulasi seutuhnya bak serdadu sekutu yang terjun tumpah ruah didaratan sangkayu salu mehalaan.
Kini SMAN 1 Mehalaan jadi primadona. Taringnya kian tajam. Pendaftar mulai tumpah ruah. Didukung guru-guru jago. Semakin layak sebahgai wahada pengeraman anak-anak terbaik sangkayu salu dan sekitaranya yang menghedaki ilmu pengetahuan.
Dan Pada beliau Demmangngala yang faham format road maps gerakan bikin kita mundur satu langkah baru angkat topi untuknya. Dan padanya itu layak kita menaruh hormat.




0 Comments:

Posting Komentar