Setiap Guru memiliki cerita unik untuk dibagikan. Jangan ragu untuk membagikan kisah, pengalaman maupun tantangan yang pernah anda hadapi, Karena dari setiap cerita kita dapat belajar dan tumbuh bersama.

MUH. HUSAIN

Setiap Guru memiliki cerita unik untuk dibagikan. Jangan ragu untuk membagikan kisah, pengalaman maupun tantangan yang pernah anda hadapi, Karena dari setiap cerita kita dapat belajar dan tumbuh bersama.

Kamis, 21 November 2024

Berbagi Lintas Kecamatan bersama Pahlawan tanda jasa Sumarorong

     

    Siang Ini tanggal 21 November 2024 saya berkesempatan Berbagi praktik baik dengan Guru-guru yang ada di kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa. Pesertanya terdiri dari guru-guru SD dan SMP yang ada di Kecamatan Sumarorong. Ini pertama kali saya berbagi di kecamatan ini

    Kegiatan ini dihadiri Ketua PGRI kec sumarorong, pengurus MGMP dan Ketua Komunitas Belajar kecamatan sumarorong.

    Pesertanya lumayan banyak. Lebih kurang 150 guru. Dukungan yang luar biasa dari guru-guru dikecamtan ini berupa suport, motivasi dan memfasilitasi kegiatan ini dengan baik dan nyaman memberi energi yang luar biasa untuk untuk saya.

    Bermacam rasa mewarnai saat  berbagi dengan bapak ibu guru.  Meski berbekal semangat dan optimisme, tetap terselip beberapa kekhawatiran. Beberapa guru senior yang telah mengecap ribuan pengalaman dalam hal mengajar hadir, Wajar jika ada kekhawatiran dalam menyampaikan praktik baik.

    Saya sempat terfikir. Ya Allah kalau begini apakah saya mampu ya. Tarik nafas, menenangkan diri Tetap memotivasi diri untuk semangat semangat semangat

    kegiatan ini saya diawali dengan menjelaskan tentang teknologi kemudian menyampaikan platform teknologi yang bisa dijadikan sebagai rujukan sumber belajar. Pada sesi terakhir saya mepraktikkan cara membuat MPI berbasi SAC.

    Jujur saya  bukan ahli tentang teknologi. Saya hanya membagikan pengalaman yang sudah saya lakukan. Itulah saya tidak ragu. Mungkin lewat hal kecil ini kita guru bisa tumbuh bersama. Peserta sangat antusias. Banyak pertanyaan yang terlontar. Saya menjawab sesuai dengan pengalaman saya

    Satu keberuntungan bisa berbagi adalah Di sini saya bertemu dengan teman-teman guru yang sebelumnya saya tidak kenal.  Suasana sudah sangat cair, berkenalan, sharing, diskusi, permainan dan lain lain, sesekali bercanda tertawa lepas. Saya pribadi sangat menikmati, enjoy dan perlahan bisa mengikuti ritmenya. Bertemu dengan keluarga baru, mereka orang-orang hebat dan inspirasif.

    Di sini benar-benar merasakan suntikan energi yang luar biasa. Kekhawatiran yang sempat terlintas, takut tidak bisa maksimal, takut ini takut itu semua mengikis perlahan, seiring dengan energi dan motivasi yang dipancarkan dari semangat dan optimisme bersama.

    Dan akhirnya hari ini saya merasa bersyukur. Pukul 11.30 kegiatan selesai. sebuah kesempatan belajar dan mengembangkan kompetensi diri, bertemu dengan komunitas yang luar biasa. Insyaallah tak ada lagi kekhawatiran ini itu yang membayangi. Perlahan namun pasti, sudah bisa menikmatinya. Bersyukur bisa menjadi bagian dari gerakan perubahan dan transformasi pendidikan.

Guru Bukan Sekedar Profesi

     

    Pemilihan judul tulisan "Guru Bukan Sekedar Profesi", memberikan penekanan pada esensi mendalam dari peran seorang guru yang melampaui batasan, bukan hanya sebuah pekerjaan formal saja. Judul tulisan ini mau menggambarkan bahwa menjadi guru tidak hanya sekedar mengajar mata pelajaran, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral dan emosional dalam membentuk karakter dan masa depan siswa. Guru harus menjadi sosok panutan yang menginspirasi, membimbing, dan mendukung siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan menyoroti bahwa guru bukan hanya profesi, kita menghargai dedikasi, komitmen, dan pengorbanan yang diberikan guru setiap hari. 

    Judul ini mengajak masyarakat untuk melihat peran guru sebagai sesuatu yang lebih luas dan bermakna dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia.

   Guru merupakan bentuk panggilan jiwa yang penuh dengan dedikasi dan pengabdian. Menjadi seorang guru berarti mengambil peran sebagai pembimbing, penginspirasi, dan pembentuk masa depan. Lebih dari sekadar mengajar di dalam kelas, seorang guru berkomitmen untuk mengembangkan potensi setiap siswa, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan dukungan moral. 

    Selain itu, guru juga berperan sebagai teladan yang menanamkan nilai-nilai kehidupan, etika, dan integritas. Dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, seorang guru tetap berdiri teguh, terus belajar, dan berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi siswa. Oleh karena itu, tanggung jawab guru adalah menjalankan sebuah misi mulia yang berdampak besar pada kemajuan individu dan masyarakat.

    Konsep label mulia yang disandangnya, bukan sekedar pemanis kata belaka. Namun, label mulia merujuk pada tugas dan fungsi guru mencerdaskan generasi penerus bangsa dalam konteks dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Suatu tanggung jawab tugas yang komplit, sebagaimana mengacu pada semboyan Trilogi pendidikan Bapak Ki Hajar Dewantara, “ING NGARA SUNG TULADHA”, Seorang guru harus mampu menjadi contoh bagi siswanya, baik sikap maupun pola pikirnya. “ING MADYA MANGUN KARSA”,  seorang guru bila berada diantara siswanya maka guru tersebut harus mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswanya. “TUTWURI HANDAYANI”, seorang guru harus mampu mendorong dan memberikan kepercayaan kepada siswa agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

    Guru perlu menjadi contoh dan teladan melalui perilakunya, guru perlu memberikan motivasi dan dorongan kepada siswanya untuk berkembang sesuai minat, bakat, dan kebutuhannya dan guru perlu mengembangkan siswanya dengan menyediakan iklim sekolah yang menumbuhkan kepemimpinan murid (Student Agency). Selanjutnya,  hasil dari tugas guru adalah akan menghasilkan generasi yang menjadi penerus dan berdampak bagi estafet keberlanjutan bangsa. 

    Hal tersebut dapat terealisasi, apabila guru mengasah kemampuannya dalam sejumlah kompetensi. Sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat 1, yang menjelaskan tentang kompetensi guru meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Oleh karena itu, label mulia sangat pantas bagi seorang guru yang menunjukkan dedikasinya bagi kemajuan pendidikan. 

    Mulianya profesi guru, menuntut seorang guru perlu memiliki motivasi internal baik. Motivasi menjadi guru tumbuh dari keinginan yang tulus dan ikhlas untuk mencerdaskan generasi penerus, bukan memilih profesi guru karena peluang dan imbalan yang mampu menopang ekonomi. Dengan motivasi internal baik dapat memberikan dorongan, semangat, daya juang, inovasi, dan kreativitas bagi seorang guru dalam melahirkan pembelajaran yang berpihak pada murid.Dalam menghadapi kemajuan  ilmu pengetahuan, bonus demografi bangsa tahun 2045, dan berbagai tantang Pendidikan seperti literasi, numerasi, karakter, iklim keamanan sekolah, iklim kebhinekaan, dan kualitas pembelajaran. Maka guru perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berupaya mengadaptasikan diri dengan perkembangan yang ada. Oleh karena itu, guru yang mulia selain memiliki motivasi internal yang, guru harus bersemangat mengembangkan diri agar bisa memenuhi kebutuhan belajar muridnya. 

    Pengembangan diri bukanlah paksaan tetapi dilakukan dengan kesadarannya demi melahirkan generasi yang sesuai harapan dan tantangan saat ini dan masa mendatang. Guru dapat mengembangkan diri melalui program-program unggulan Kemendikbudristek seperti Pendidikan Guru Penggerak, Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, bimtek, dan pelatihan peningkatan kompetensi. 

    Motivasi internal menjadi guru yang selaras dengan tugas guru, dan kesadaran penuh mengembangkan kompetensi untuk menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid, sehingga menunjang tugas mencetak generasi penerus yang hebat dan tangguh bagi keberlanjutan bangsa adalah hal baik yang perlu dimiliki setiap guru untuk menunjang kompleksitas tugas guru sebagai suatu tugas yang dilabeli dengan kata mulia.

    Berusahalah menjadi seorang guru yang memiliki peran mulia bagi kemajuan pendidikan. Guru adalah ujung tombak dalam proses belajar-mengajar, yang tidak hanya mentransformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan sikap siswa. Melalui dedikasi dan ketekunan, guru memotivasi dan menginspirasi siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka. 

     Guru juga berperan sebagai agen perubahan yang memperkenalkan inovasi dan metode pembelajaran terbaru, sehingga pendidikan selalu relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman. Tanpa kehadiran dan kontribusi seorang guru yang berhati mulia, kemajuan pendidikan tidak akan dapat tercapai. Oleh karena itu, tugas mulia yang diemban seorang guru akan menjadi fondasi bagi terciptanya generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.(*)

Rabu, 20 November 2024

REFLEKSI PERUBAHAN KURIKULUM DAN KESIAPAN GURU

     

    Kurikulum Merdeka adalah sebuah inovasi pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada pendidik dan peserta didik dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan konteks lokal. Sementara itu, deep learning atau pembelajaran mendalam menekankan pada pemahaman konseptual yang mendalam, bukan sekadar hafalan, dengan harapan menciptakan peserta didik yang kritis, kreatif, dan adaptif.

1. Filosofi Kurikulum Merdeka dan Deep Learning:

    Sebuah Sinergi Potensial. Kurikulum Merdeka sejatinya berupaya menciptakan ruang belajar yang fleksibel dan relevan, memberikan kebebasan pada guru untuk merancang strategi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Filosofi ini sejalan dengan deep learning yang menuntut pemahaman mendalam melalui eksplorasi ide-ide besar, pemecahan masalah, dan pembelajaran kolaboratif. Dalam konteks ini, Kurikulum Merdeka dapat menjadi wadah ideal untuk mengintegrasikan deep learning dalam proses pendidikan, mendorong siswa menjadi pembelajar yang reflektif dan transformatif.

2. Tantangan dalam Implementasi. Meski secara teori keduanya tampak harmonis, implementasi sering kali menghadapi tantangan besar:

1. Ketimpangan Sumber Daya: Tidak semua sekolah memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya pendukung, seperti pelatihan guru, infrastruktur teknologi, atau bahan ajar kontekstual.

2. Budaya Belajar: Budaya pendidikan yang masih berorientasi pada nilai ujian dan hafalan menjadi hambatan utama bagi penerapan deep learning.

3. Beban Administrasi Guru: Alih-alih fokus pada pembelajaran mendalam, guru kerap disibukkan dengan beban administratif yang melelahkan, sehingga ruang untuk kreativitas dan refleksi pedagogis menjadi terbatas.

     Peluang Transformasi. Kurikulum Merdeka dan deep learning memiliki peluang besar untuk merevolusi pendidikan Indonesia apabila diintegrasikan dengan strategi yang tepat, seperti:

1. Pengembangan Guru: Memberikan pelatihan intensif kepada guru agar mampu merancang pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, atau model pembelajaran kolaboratif yang mendalam.

2. Pemanfaatan Teknologi: Mendorong penggunaan teknologi sebagai alat untuk eksplorasi informasi dan simulasi pembelajaran. Teknologi memungkinkan peserta didik untuk memahami konsep abstrak secara mendalam melalui visualisasi dan interaksi.

3. Kontekstualisasi Pembelajaran: Mengaitkan materi pembelajaran dengan realitas kehidupan peserta didik, sehingga mereka merasa relevansi antara apa yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.

4. Masa Depan Pendidikan: Integrasi Kurikulum Merdeka dan Deep Learning. Keberhasilan Kurikulum Merdeka dan deep learning membutuhkan sinergi semua pihak: pemerintah, pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Guru perlu menjadi fasilitator yang mendorong pembelajaran aktif dan reflektif, sementara siswa diharapkan menjadi subjek pembelajaran yang bertanggung jawab atas proses belajarnya.

    Dengan memanfaatkan pendekatan pembelajaran mendalam, Kurikulum Merdeka dapat mengubah paradigma pendidikan di Indonesia, dari sekadar “mengajar untuk ujian” menjadi “mendidik untuk kehidupan.” Pendidikan yang mendalam akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga bijaksana dalam berpikir, kreatif dalam berkarya, dan tangguh dalam menghadapi tantangan.

Kesimpulan

    Refleksi kritis ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka dan deep learning memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan kebijakan, perubahan budaya pendidikan, dan penguatan kompetensi pendidik. Apabila semua elemen ini terwujud, kita dapat berharap pendidikan Indonesia mampu menghasilkan generasi emas yang benar-benar merdeka dan mendalam dalam berpikir.

Senin, 18 November 2024

MENGAPA REFLEKSI ITU PENTING?

     

    Napoleon Bonaparte punya kebiasaan unik. Setiap kali menyelesaikan pertempuran, dia mencari tempat tertinggi di sekitar daerah itu. Di tempat itulah Napoleon mengamati medan pertempuran dan sekitarnya. Dia mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan memikirkan antisipasinya.  Ut est rerum omnium magister usus (pengalaman adalah guru dari semua hal).

    Dengan berpikir ke belakang, Napoleon belajar strategi perang yang membawanya menjadi salah satu orang yang andal di bidang tersebut. Napoleon melakukan refleksi untuk lebih berdaya. 

Apa sih refleksi itu?

    Refleksi adalah proses memeriksa, menghubungkan, dan mengembangkan makna dari pengalaman kita untuk mendapatkan pemahaman tentang diri sendiri dan dunia di sekitar kita. Ini terjadi secara alami, seperti ketika kita melihat kembali suatu pengalaman dan mempertimbangkan apa yang akan kita lakukan secara berbeda atau apa yang kita pelajari darinya. 

    Refleksi diri aktif adalah ketika kita melakukan upaya untuk mengembangkan refleksi diri sebagai keterampilan melalui penerapan dan latihan secara teratur.

Mengapa ini Penting bagi Murid?

    Murid,  pada usia atau kelas berapa pun, menjalani rutinitas belajar.  Mereka terlibat dalam aktivitas belajar, menyelesaikan tugas,  menjawab tantangan, dan bekerja sama dengan teman. Kemudian, selama 5-10 menit terakhir,  mereka diminta untuk merefleksikan pelajaran yang mereka ikuti, tantangan yang mereka selesaikan, atau umpan balik tugas yang saja dikembalikan kepada mereka. Mereka diminta untuk memikirkan apa yang dapat mereka lakukan secara berbeda, atau bagian mana yang ingin mereka jelajahi lebih dalam.

    Itu dilakukan secara rutin, sebagai pembiasaan. Menurut Anda, akan terbentuk menjadi apa atau seperti apa murid-murid itu?

    Praktik refleksi  mendorong pemikiran kritis dan menumbuhkan kesadaran yang kuat tentang diri sendiri dan apa yang telah murid pelajari. Hanya dalam 5-10 menit, murid mendapatkan wawasan tentang kekuatan, tantangan, dan minat mereka.  Praktik seperti ini juga meningkatkan kemampuan murid dalam menyimpan  pengetahuan. 

    Refleksi diri yang aktif akan merangsang kreativitas, menghasilkan cara baru dalam memandang sesuatu yang mengarah pada pertumbuhan. Pada akhirnya, hal tersebut membangun keterampilan pemecahan masalah yang lebih kuat, mengarah dan menghasilkan kepercayaan diri yang lebih besar.

    Ketika seorang murid merefleksikan pencapaian mereka dan peluang untuk melakukan peningkatan, mereka melihat jalan untuk menghadapi tantangan masa depan. Setiap pengalaman belajar menjadi lebih bermakna dan lebih produktif.

    Seiring waktu, semakin aktif mempraktikkan refleksi diri, semakin efektif dampaknya. Praktik refleksi diri aktif bisa dilakukan pada semua kegiatan di sekolah mulai, di rumah, dan di masyarakat

Minggu, 17 November 2024

Guru Dan Masa Depan Anak Negeri

     


    Ditengah gerak zaman yang kian maju, dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang amat pesat, membawa konsekwensi pada keharusan bagi generasi umat manusia untuk dapat mengimbangi gerak perubahan dan zaman, agar tetap dapat survive, agar dapat tampil sebagai pemenang, tidak boleh hanya ikut terbawa arus lalu tenggelam oleh derasnya pusaran kemajuan zaman, yang ditandai dengan hanya menjadi market, hanya menjadi konsumen, hanyut dan tenggelam terombang ambing oleh propaganda iklan/larut dalam hasrat konsumerisme semata, hingga tak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga untuk sekedar memilih selera sj mereka dikendalikan oleh iklan, lalu sibuk mengejar predikat moderen akibat sikap pasrah dan dengan suka rela membiarkan dirinya tergilas oleh zaman. 

    Berkaitan dengan fakta ini  dan ketika dikaitkan dengan konteks pendidikan, maka Guru adalah salah satu pihak yang paling bertanggungjawab terhadap perkembangan generasi dan masa depan bangsanya, ditengah kondisi ini, tanggung jawab dan beban dipundak guru jadikian berat, guru tak boleh lagi berfikir atau melakukan kebiasaan dan pekerjaan yang sama dengan berbagai situasi dan tantangan yang berbeda dimasa yang akan datang, seorang guru hari ini dan kedepan tidak boleh lagi datang ke kelas dengan persiapan seadanya, guru tak boleh lagi hanya mengandalkan kekampuan hari ini saja untuk mengajar muridnya besok atau dimasa yang akan datang  kemudian berharap keberhasilan yang besar. 

    Oleh karena itu guru tidak boleh lagi hanya ngajar dan memotivasi muridnya untuk mengakses teknologi, namun dia sendiri gaptek, guru tak boleh lagi hanya koar koar meminta muridnya perbanyak literasi, sementara dirinya sendiri malas baca, guru tak boleh lagi menginspirasi muridnya sementara perilakunya tak mencermin apa yang ia katakan, misalnya ia meminta muridnya untuk mandiri, giat meng upgrade wawasan, pengetahuan, skill dan pengalamannya, sementara ia sendiri tak mengakses sumber belajar dan guru yang sperti ini adalah contoh guru yang akan mewariskan generasi generasi yang rapun dan rentan tergilas oleh zaman, ditengah zaman zaman terus menerus bergerak maju.

    Hari ini guru bukanlah satu satunya sumber belajar, dan sebagai guru kita harus menerima kenyataan bahwa guru bukanlah sosok orang yang paling tahu, sebab dari segi pengetahuan dan wawasan kita kalah jauh oleh om Google, kalah terampil oleh tutorial youtube, kalah cerdas Oleh AI yang diberi pertanyaan apapun mampu dijawab, bahkan perkembangan AI hari ini sdh bisa menggantikan peran manusia level expert, sperti pekerjaan level analisis yang dikerjakan oleh 4 atau 5 orang dalam kurun waktu berhari hari, namun oleh AI bisa dilakukan dalam tempo kurang dari 5 menit. 

    Nah dengan kondisi ini harusnya membuat kita sebagai guru sadar bahwa guru harus terus menerus bergeliat, guru harus menerus belajar, guru harus berupaya meningkatkan kapasitas dan melakukan introspeksi diri, guru harus terus menerus berinovasi dan membawanya pada kesadaran bahwa guru itu harus menjadi roll model bagi muridnya, guru harus menginspirasi murid dengan terlebih dulu melakukannya dan menunjukkan bukti bukan hanya omong kosong. 

    Selain itu guru juga harus memahami potensi dan kodrat muridnya, memahami kebutuhan belajra muridnya, memberikan pilihan pilihan yang mengakomodir kecenderungan belajar muridnya, sebagaimana pikiran Kihadjar dewantara yang menganalogikan guru ibarat seorang petani yang menyiapkan lahan, mengolah lahan, menyemai bibit dan merawat tanaman sebagaimana kodratnya, dengan memperlakukan bibit padi sebagaimana harusnya menumbuhkan dan merawat padi. 

    Sehingga kehadiran guru adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar muridnya, dengan menjadi fasilitator dan roll model bagi anak kita untuk dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi dan kodratnya masing masing, dengan demikian Bonus demografi yang kita miliki, benar benar dapat membawa bangsa ini pada kemajuan, seba Bonus demografi ini ibarat pedang bemata dua. Satu sisi adalah berkah jika kita berhasil mengambil manfaatnya, namun bonus demografi juga dapat menjadi bencana jika kualitas kualitas manusia Indonesia tidak disiapkan dengan baik, bonus demografi bisa menciptakan angka pengangguran yang Fantastis apabila generasi muda tdk dibekali dengan kemampuan dan skill yang mumpuni, lalu akan menjadi beban sosial, menciptakan kemiskinan ekstrem karena ketidakmampuan warga negara mengambil keuntungan dari laju pesatnya perkembangan teknologi, maka disinilah peran pendidikan sebagai eskalator bagi warga negara untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya, untuk mengangkat harkat dan martabatnya melalui bekal pengetahuan, keterampilan serta kepribadian yang ia peroleh melalui pendidikan.

    Berhasil atau tidaknya murid memang bukan tanggung jawab guru sepenuhnya, tapi paling tidak guru harus dengan segenap daya dan upayanya melakukan proses dan menginspirasi muridnya untuk, menguatkan muridnya agar berani bermimpi, punya harapan harapan yang akan menguatkan langkahnya untuk menyalakan lilin demi lilin impian, membantu muridnya berjalan lalu berlarimengejar impian, menggapai bintang masa depan dengan tetap tak lupa menguatkan daya lenting mereka.

    sebab yang akan pulang membawa bintang bukanlah mereka yg paling pintar, bukan yg paling hebat atau paling jago, karena mereka yang paling hebat/jago belum tentu tahan banting, belum tentu punya daya lenting. Disinilah pentingnya guru memberikan motivasi dan menguatkan daya tahan dan daya lenting murid dengan hadir sebagai roll model (menginspirasi dengan terlebih dahulu melakukannya) agar murid punya sandaran punya contoh sehingga semangat mereka tetap berkobar dan fokus pada menjaga lilin lilin impian yang kelak akan membuat mereka pulang dengan kepala tegak, membuat orang tua mereka, dan kami sebagai guru dapat berbangga walau suatu saat mungkin saja sang murid telah lupa akan peran gurunya. sebab yang terpenting bagi kami sebagai guru adalah kami mewariskan generasi yang dapat berdiri tegak ditengah perubahan dan kemajuan zaman yang berarti kami telah mewariskan kemajuan bagi generasi bangsa meskipun kami tak pernah berharap balas jasa atau imbalan apapun dari murid kami.

Sabtu, 16 November 2024

Program Guru Penggerak Penting ?

    Akhir-akhir urgensi pentingnya program guru Penggerak diragukan Oleh Beberapa pihak. Tnetu dengan alasan yang beragam. Salah satu alasan yang pernah saya baca di dimedia sosial adalah bahwa Guru Penggerak tidak memiliki dampak apa-apa dalam memajukan Pendidikan. Tentu sah-sah saja sebagian orang beranggapan demikian tapi menurut saya pendapat itu tidak sepenuhnya benar. 

    Secara konseptual program guru penggerak ini bagus. Lalu apakah ada Implikasi terhadapan peningkatan pendidikan? lagi-lagi menurt saya jika semua konsep GP sudah diimplemntasikan tapi belum berimplikasi apa-apa apalagi implikasinya masih jauh dari ekspektasi, sebaiknya tidak dilanjutkan. Tapi jika konsep atau gagasan di PGP belum diimplementasikan dengan baik, maka masalanya bukan di PGP melainkan masalahnya ada dikita sebagai GP. Lalu kita diposisi yang mana?

     Pendidikan Guru Penggerak merupakan salah satu terobosan dalam dunia pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidik melalui penguatan kompetensi yang relevan dan kontekstual. Dalam program ini, terdapat sepuluh modul utama yang harus dikuasai oleh para peserta, dimulai dari Filosofi Ki Hajar Dewantara yang menekankan misi besar bapak pendidikan Indonesia, yaitu pendidikan yang memerdekakan. Modul ini menjadi landasan awal untuk membentuk guru yang memiliki pemahaman mendalam tentang tujuan pendidikan.

    Selanjutnya guru dalam program Guru Penggerak juga diberikan pembelajaran tentang budaya positif di sekolah, pembelajaran berdiferensiasi, kompetensi sosial-emosional, hingga coaching dan teknik pengambilan keputusan saat dihadapkan pada dilema etika dan bujukan moral. Kompetensi lainnya yang ditekankan adalah berpikir berbasis aset, di mana guru diajarkan untuk melihat potensi setiap individu dan situasi sebagai modal dasar dalam proses pembelajaran.

Mengapa Kompetensi Ini Wajib Dimiliki oleh Guru?

    Kompetensi yang diajarkan dalam program ini tidak hanya relevan untuk satu jenis kurikulum saja, melainkan menjadi fondasi yang wajib dimiliki oleh setiap guru, apapun kurikulumnya. Seorang guru yang mampu memahami dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, misalnya, dapat lebih efektif dalam menangani keragaman kebutuhan siswa. Selain itu, kompetensi sosial-emosional membantu guru dalam membangun hubungan positif dengan siswa, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

    Pendidikan Guru Penggerak menyiapkan guru untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan di sekolahnya. Dengan kemampuan coaching, guru mampu membimbing rekan sejawat maupun siswanya untuk mencapai potensi terbaik mereka. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepemimpinan.

Pandangan Terhadap Pentingnya Pendidikan Guru Penggerak

    Pendapat bahwa Pendidikan Guru Penggerak tidak penting adalah pandangan yang keliru. Program ini sejatinya menjawab kebutuhan mendasar dari transformasi pendidikan di Indonesia, yakni mempersiapkan guru yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan kurikulum tetapi juga memiliki kompetensi holistik yang mampu menciptakan perubahan nyata di sekolah.

    Namun, yang perlu dievaluasi bukanlah substansi dari program ini, melainkan skema dan skenario model pendidikannya. Evaluasi perlu dilakukan pada pendekatan penyampaian materi agar lebih efektif dan berdampak nyata di lapangan. Misalnya, pemanfaatan teknologi dalam pelatihan, pelaksanaan model pembelajaran yang lebih kolaboratif, hingga pengembangan skenario pembelajaran berbasis praktik di lapangan yang lebih intensif.

Rekomendasi untuk Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Guru Penggerak

1. Model Pelatihan yang Fleksibel: Mengingat kesibukan guru, pelatihan perlu dirancang lebih fleksibel, misalnya dengan kombinasi pembelajaran daring dan luring serta penyediaan modul yang dapat dipelajari mandiri.

2. Pendampingan Berkelanjutan: Program ini sebaiknya tidak hanya berhenti pada pelatihan awal, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan berkelanjutan (mentoring) agar guru dapat menerapkan apa yang dipelajari di kelas.

3. Studi Kasus dan Pembelajaran Kontekstual: Penyampaian materi melalui studi kasus yang relevan dan berbasis situasi nyata akan meningkatkan keterhubungan antara teori dan praktik.

4. Evaluasi Berbasis Umpan Balik: Evaluasi yang bersifat partisipatif, di mana guru diberikan ruang untuk memberikan umpan balik tentang program, dapat menjadi masukan berharga untuk perbaikan berkelanjutan

    Demikian sehingga saya berpendapat Pendidikan Guru Penggerak bukanlah program yang bisa dianggap sepele. Kompetensi yang diajarkan menjadi bekal penting bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan kontekstual. Dengan penyempurnaan model pelatihan, diharapkan program ini bisa lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    Kemudian Kritik publik terkait GP saya kira wajar. Tantangannya adalah kritik harus dijawab dengan fakta yang sebaliknya. Menurut Pandangan saya, PGP ini kan sesuatu yang baru, yang hasilnya tidak bisa langsung kelihatan instan. implikasi yg bisa dilihat adalah apakah upaya atau prosesnya sudah berjalan, misalnya, kinerja guru jadi lebih baik, misalnya sebelum jadi GP dia sering telat, sering tidak masuk kelas, setelah jadi GP sudah jadi rajin, sebelum jadi GP suka marah-marah, mengajar seadanya, stelah jadi GP jadi lebih mempersiapkan diri dan mengajar lebih baik, seblum jadi GP acuh untuk mengembangkan kompetensi setelah jadi GP jadi lebih bergeliat, sebelum jadi Gp perhatian dan kepedulian terhadap murid hanya sekedar memenuhi kewajiban, setelah jadi GP jadi lebih memperhatikan kebutuhan belajar murid dan mengakomodasi kebutuhan belajar murid, lebih care pada perkembangan/kemajuan murid, lebih inovatif dan berbagai hal positif lainnya saya kira ini bisa disebut sebagai implikasi positif dari PGP, namun jika ini tdk terjadi maka dapat disimpulkan bahwa baik kumer dan PGP ITU SIA-SIA

 

Kamis, 14 November 2024

Mamfaat PMM

 Ada Ungkapan PMM adalah jalan ninjaku. Setidakanya inilah yang menurut saya kenapa PMM layak jadi jalan Ninja.



  1. Menambah Inspirasi Mengajar

Manfaat pertama dari pmm merdeka belajar adalah menambah inspirasi dalam mengajar. Pada dasarnya memang sudah jadi tugas seorang guru untuk bisa memberikan pembelajaran yang dianggap menyenangkan bagi para siswanya. Nah pada pmm sendiri nantinya para guru akan memperoleh banyak inspirasi sebagai inspirator mengajar.

    Pasalnya di dalam platform tersebut ada berbagai macam fitur bagi karya. Melalui fitur tersebut nantinya para guru yang ada di seluruh nusantara dapat membagikan berbagai macam pengalamannya untuk pembelajaran sukses. Dengan membaca beberapa pengalaman yang ada nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan untuk ditiru serta dimodifikasi.

  1. Kompetensi Guru Meningkat

Sama halnya dengan muridnya para guru juga wajib untuk selalu belajar. Dengan terus belajar dan meningkatkan kompetensi maka nantinya para guru bisa memberikan pelajaran yang cukup mengesankan bagi para siswanya. Terutama untuk era modern seperti saat ini.

    Pada pmm Merdeka Belajar ada berbagai macam pelatihan-pelatihan. Pelatihan ini tentunya dapat diikuti oleh para guru. Bahkan Anda bisa melakukannya secara mandiri dimanapun dan kapan saja. Salah satu persyaratannya adalah memiliki koneksi internet yang stabil.

  1. Kaya Ide Saat Berada di Kelas

Pembelajaran di kelas tentunya sudah seharusnya variatif. Pembelajaran yang seperti ini nantinya dapat menjadikan para peserta merasakan suasana berbeda dan tidak cepat merasa bosan. Oleh sebab itu salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan menyajikan suasana kelas yang berbeda daripada beberapa hari sebelumnya.

    Terkait dengan masalah tersebut para guru tidak belum merasa khawatir lagi karena bisa memperoleh berbagai macam jenis ide kegiatan melalui pmm Merdeka Belajar. Ide menarik atau contoh kegiatan yang bisa diambil melalui platform tersebut yakni mengajak para siswanya untuk membaca koran serta mencari berbagai macam implementasi penerapan Pancasila.

    Ternyata tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan penerapan Pancasila saja. Ide kegiatan tersebut juga berpengaruh cukup positif guna meningkatkan literasi dari para siswa.

  1. Menjadikan Kelas Jadi Terasa Makin Menyenangkan

Manfaat lain ketika menggunakan platform Merdeka mengajar adalah kelas menjadi terasa semakin menyenangkan. Sebab karya-karya yang telah dihasilkan di kelas nantinya akan dijadikan sebagai portofolio bagi guru sekaligus siswa. Dari kelas yang menyenangkan sendiri nantinya bisa menjadikan murid semakin belajar mandiri 

  1. Menyimpan Dokumen Secara Daring

Perlu diketahui melalui platform Merdeka mengajar para guru nantinya bisa memperoleh video pelatihan dengan mudah secara mandiri. Selain itu para guru juga bisa memperoleh video inspiratif yang dapat dijadikan sebagai cara untuk mengembangkan diri. Beberapa dokumen atau video di dalam aplikasi tersebut bisa disimpan dengan mudah secara daring

  1. Kemudahan Dalam Mengajar

Manfaat dari adanya pmm tidak berhenti sampai disitu saja. Pasalnya platform Merdeka Mengajar juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan ajar. Para guru nantinya bisa dengan mudah mengajar yang disesuaikan dengan assessment murid maupun analisis diagnostik literasi. 

    Perangkat mengajar nantinya juga bisa disesuaikan berdasarkan capaian dari perkembangan para peserta didik. Sehingga hasil yang diharapkan pun bisa lebih maksimal.

  1. Muncul Konsep Profil Pelajar Pancasila

Salah satu hal yang membedakan antara rpp kurikulum merdeka belajar dengan kurikulum sebelumnya adalah munculnya konsep atau prinsip profil pelajar Pancasila.  Profil pelajar Pancasila sendiri tidak muncul di kurikulum sebelumnya. Pada dasarnya konsep antara dulu dan sekarang mirip. Hanya saja untuk pelaksanaan pembelajaran cukup jauh berbeda.

    Jika dulunya karakter-karakter hanya dimasukkan pada bagian rpp namun aksinya tidak terlihat nyata. Cukup berbeda dengan pmm merdeka belajar. Dimana profil pelajar Pancasila merupakan karakter sehingga pembelajaran tersebut aksinya. Aksi di sini adalah sebuah pembelajaran yang menuju ke profil pelajar Pancasila. Dengan begitu implementasinya bisa benar-benar terasa.

    Bagaimana ada cukup banyak bukan manfaat yang bisa didapatkan ketika menggunakan pmm Merdeka Belajar? Berdasarkan penjelasan yang ada di atas baik itu siswa maupun guru akan mendapatkan proses belajar sesuai yang diharapkan. Pmm sendiri menjadi salah satu platform yang bisa digunakan para pengajar guna mendapatkan ide terbaik agar kelas jadi lebih menyenangkan.

    Lantas bagaiamana munurut saudara-saudara?

Selasa, 12 November 2024

Terimakasih Dukungan Seleksi kandidat Calon Duta Teknologi 2024 Sulawesi Barat

    Setiap kali mendapatkan hal semacam ini, atau ada yang kirim lampau dari saya ; postingan, coretan, gambar, foto atau apapun itu hal pertama yang terjadi pada saya adalah keterkejutan. Takjub. Bukan. Bukan Pada isi video. Melainkan atas kerelaan mereka, ketelatenan mereka, kesediaan mereka membuatkan, telah sedemikian mendukungnya. Hal-hal demikian menggirangkan hati saya ; membuat saya tidak hanya berterimakasih, melainkan juga bersyukur. Dan menyadarkan saya bahwa sesunghuhnya tidak ada, menjadi ada dan diadakan oleh mereka.

Kegembiraan sederhana ini, sampai kemudian  itu juga telah membuat  saya merasa berutang kasih. Betul-betul saya di buat berutang kasih. Berutang kasih sungguh banyak.

Saya tahu persis mereka bukan seperti para penagih utang, bahkan bukanlah seperti orang yang gemar mencatat dan mengingat budi baik. Tapi harus saya bilang, padanya, pada mereka,  pada daftar orang baik berikut ini yang  terlibat membantu, telah membuat saya berutang kasih, betul-betul saya di buat berutang kasih. Berutang Kasih sungguh banyak.

Perihal apa yang telah di perbuat orang-orang baik tersebut, tentu membuat saya bungkam seribu bahasa. Benar bahwa saya tidak dapat membalasnya dengan segala apapun jua.Tapi sepotong kalimat pendek izin saya sisipkan  disini "Tuhan akan membalas lebih banyak bagi orang rela berbagi. Panjang umur orang-orang baik". 

Video Dukungan Dapat Dilihat DISINI



Berbagi Bersama Guru SDN 007 Botteng

   siang ini 13 Oktober 2024 saya memenuhi undangan  Sekolah SDN 007 Botteng untuk melanjutkan materi sebagai lanjutan Materi pada 27 Oktober 2024 lalu. Guru-guru SD ini adalah  peserta yang diselenggrakan oleh PGRI pada kegiatan berbagi saya tanggal 24 Oktober 2024, dan sekolah ini mengundang khusus saya dalam rangka penguatann

    Yah pada kesempatan yang telah lewat  saya memperkenalkan Pemamfaatan teknologi dalam pembelajaran, salah satunya pemamfaatn Quiziz mode Kertas. Mereka sangat antusias itulah hari ini mereka meminta saya untuk membimbing praktek langsung pembuatan quiz mode kertas.

    Pada Kesempatan ini saya menyampaikan Materi yang sama dikegiatan saya sebelumnya Yakni SD 058 Salukonta.

Memang hari ini guru-guru sangat meminati teknologi untuk digunakan dalam pembelajaran. Mungkin karena memang hari sangat sesuai dengan konteks abad 21. Guru diwajibkan memahami metode pembelajaran terlebih dahulu khususnya materi yang berkaitan dengan model-model pembelajaran. Disamping itu, guru hendaknya memanfaatkan media pembelajaran yang tepat guna supaya dapat mengoptimalkan hasil belajar siswa.

Dengan adanya pemanfaatan media pembelajaran yang tepat, diharapkan siswa dapat mengarahkan perhatiannya sehingga menimbulkan motivasi belajar yang berdampak positif bagi keaktifan mereka dalam mendapatkan hasil belajar yang optimal. Saat ini pemanfaatan media belajar semakin terdorong untuk diciptakan secara efektif, inovatif, dan efisien untuk mengikuti tantangan pembelajaran berbasis digital seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi.

    Kegiatan Ini dimulai jam 14.00  diiukuti 14 Guru SD 007 Botteng. Mereka sangat antusias mengikuti penjelasan dari saya. Saya juga langsung membimbing mereka. Hampir semua guru melontarkan pertanyaan. 

    Ya sekedar diketahui Quizizz merupakan web tool untuk membuat kuis interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan Web Tool ini harus didukung oleh koneksi internet. Namun, dikarenakan dengan kondisi ekonomi siswa yang bervariasi maka penggunaan Quizizz ini dapat di gunakan dalam pembelajaran tanpa harus menggunakan koneksi internet bagi siswa. Penggunaan Quizizz tanpa menggunakan koneksi internet bagi siswa dapat digunakan dengan memanfaatkan Quizizz Mode Kertas. Penerapan Quizizz Mode Kertas dalam pembelajaran ini membawa dampak yang besar bagi minat belajar siswa.

    Berdasarkan pengalaman pribadi saya dengan menggunakan Quizizz Mode Kertas ini, minat belajar siswa mengalami peningkatan. Siswa pada saat pembelajaran dapat lebih fokus dalam memahami materi, dikarenakan pada akhir materi mereka akan diberikan evaluasi (sebagian besar mereka menantikan evaluasi menggunakan Quizizz Mode Kertas ini karena mereka merasa ini adalah sebuah permainan).

       Pengalaman ini yang saya bagikan pada peserta kegiatan hari ini. Pukul 14. 19, saya akhiri dengan meminta bapak ibu guru untuk tidak sungkan-sungkan menghubungi saya kembali jika ada yang ingin ditanyakan. 

    Di bulan ini, Semenjak Ikut PembaTIK, beberapa sudah menghubungi saya untuk jadi narasumber berbagi praktik baik, baik lewat facebook maupun WA.  Kegiatan yang sudah Terjadwal yakni Berbagi untuk kedua kalinya pada tanggal 20 November Bersama PGRI Kec Mehalaan. Untuk Undangan teman-teman via facebook dan WA, kami belum sepakati jadwalnya sebab diwaktu dekat ini sekolah kami UPTD SMAN 1 Mehalaan akan melangsungkan Kegiatan Semester sehingga kami guru-guru fokus dikegiatan itu


Menyingkap dan menguak sejarah dunia yang disembunyikan

" sejarah ditulis oleh para pemenang, dan masih banyak sejarah dunia yang dihapuskan dan dikaburkan keberadaannya" Begitu ungkapan yang saya lupa entah dari siapa.

    Sejarah Dunia yang Disembunyikan adalah salah satu buku dari sekian banyaknya buku yang menceritakan tentang sejarah, buku ini sangat menarik dan wajib untuk ditambahkan kedalam koleksi buku semua orang karena topiknya yang menarik dan universal.

    Dalam bab ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang buku "Sejarah Dunia yang Disembunyikan," latar belakang penulisnya, dan mengapa penelusuran terhadap aspek-aspek tersembunyi dalam sejarah begitu menarik. Dari sini, kita akan memasuki dunia yang mengajak kita untuk merenung ulang tentang apa yang kita pikir kita ketahui tentang sejarah dunia.

    Pada 1776 seorang profesor hukum Universitas Ingolstadt Munchen, Adam Weishaupt, mendirikan sebuah organisasi bernama Illuminati. Organisasi yang terkenal dengan simbol piramida dengan mata di ujungnya itu bekerja secara rahasia dengan misi rahasia pula. Perkumpulan elit ini, dalam buku Sejarah Dunia yang Disembunyikan, berkembang menjadi ordo ekslusif yang mengontrol Eropa dan mempengaruhi dunia.

    Illuminati secara literer adalah bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus yang berarti “tercerahkan”. Organisasi klandestein itu didirikan untuk melawan pengaruh agama pada kehidupan masyarakat dan menentang penyalahgunaan kekuasaan oleh gereja dan pemerintah.

    Salah satu ide utama gerakan Illuminati adalah memaksa pemerintah memberikan ruang bagi publik untuk mengeluarkan kritikan dan bebas berpendapat. Ide-ide Illuminati ini hampir sama dengan Freemason, sebuah ordo rahasia yang sudah ada pada abad ke 14.

Buku ini Termasuk satu dari sekian buku populer yang disukai para penggemar misteri dan konspirasi, Silahkan dibaca di perpustakaan digital Padamara   https://sites.google.com/view/muhaverroeshusain/beranda, atau bisa membaca dan mendowload langsung Bukunya DISINI


4 pelajaran berharga dari Buku FILOSOFI TERAS

 Filosopi teras



Ini 4 pelajaran berharga yang aku dapatkan dari buku tersebut, yang bisa membuatmu tenang ketika menghadapi permasalahan hidup.

1. Ask Yourself: Is it Up to You?

Dalam hidup ini hanya ada dua hal: yang bisa kita kendalikan dan yang tidak. Hujan, macet, teman yang banyak bacot, pacar yang emosian, dan komentar netizen, semuanya tidak bisa kita kendalikan.

Yang bisa kita kendalikan hanyalah pikiran, pendapat, kata-kata, persepsi, dan tindakan kita sendiri. Jangan habiskan energimu untuk marah kepada hal yang tidak bisa diubah. Fokus kepada yang bisa diubah.

2. Kekuatan Persepsi Manusia

Emosi negatif muncul dari persepsi negatif. Diputusin pacar, misalnya. Semua pasti setuju kalau ini negatif. Negatif karena kejadian seperti ini membuat kita menangis dalam kesedihan. Dari satu sudut pandang, benar. Tapi dari sudut pandang lain?

Putus artinya punya lebih banyak waktu untuk hobi. Putus artinya keluar dari hubungan toxic. Baik buruknya sebuah kejadian itu tergantung persepsi. Dan yang lebih penting: kondisi belum tentu bisa diubah, tapi persepsi bisa diubah detik ini juga.

3. Premeditatio Malorum

Atau dalam bahasa yang lebih simple: think of the worst scenario. Kejadian buruk yang menimpa kita akan terasa lebih menyakitkan kalau kita tidak pernah membayangkannya. Misal, jalan dekat rumah yang biasanya lancar tiba-tiba macet.

Beda cerita kalau jalan itu memang selalu macet. Kita tidak kaget, dan kita tidak kecewa sama sekali. Malah, kita tenang-tenang saja jadinya. Selalu pikirkan skenario terburuk yang bisa menimpa kita agar tidak kecewa saat kesialan itu benar-benar terjadi.

4. Jangan Ribet Deh

Skripsi penuh dengan revisi? Ya sudah, tinggal ganti. Atasan tidak suka dengan kerjaan kita? Ya sudah, tinggal bikin yang lebih bagus lagi. Mengeluh atau marah-marah tidak membuat masalah apa pun terselesaikan, hanya memperburuk suasana hati.

Selihkan baca selengkapnya dengan mengunjungi Perpustakaan Digital https://sites.google.com/view/muhaverroeshusain/beranda atau Bisa Membaca dan mendownload langsung Klik DISINI

Senin, 11 November 2024

Berbagi Bersama Guru SDN 058 Salukonta

    Pasca Berbagi PembaTIK 27 Oktober 2024 yang dihelat PGRI kec Mehalaan, siang ini 9 Oktober 2024 saya diundang Kepala Sekolah SDN 058 Salukonta untuk melanjutkan materi sebagai lanjutan Materi pada 27 Oktober 2024 lalu. Guru-guru SD ini adalah salah satu peserta yang diselenggran oleh PGRI pada kegiatan berbagi saya 27 oktober 2024 kemarin, dan sekolah ini mengundang khusus saya dalam rangka penguatan. Kegaiatan dilaksanakan hari ini 12 November 2024.

    Yah pada kesempatan yang telah lewat  saya memperkenalkan Pemamfaatan teknologi dalam pembelajaran, salah satunya pemamfaatn Quiziz mode Kertas. Mereka sangat antusias itulah hari ini mereka meminta saya untuk membimbing praktek langsung pembuatan quiz mode kertas.

    Dua hari Sebelum saya membawakan materi dikegiatan ini, hal yang saya lakukan adalah kembali mempelajari ulang aplikasi berbasis web quizizz ini. Tidak bisa saya pungkiri bahwa sebetulnya saya juga baru belajar, tidak mahir apalagi Ahli. Hanya karena pertemuan lalu dihadapan bapak-ibu dalam kegiatan yang dihelat PGRI saya sempat menyampaikan materi tersebut sehingga saya harus bertanggung jawab.

    Kegiatan Ini dimulai jam 09,15  diiukuti 12 Guru SD 058 Salukonta. Mereka sangat antusias mengikuti penjelasan dari saya. Saya juga langsung membimbing mereka. Hampir semua guru melontarkan pertanyaan. Salah satu pertanyaannya “ Apakah quiziz mode Kertas siswa tidak perlu bawa android?, karena siswa SD kami disini rata-rata tidak memiliki android. Mungkin ada tapi android orang tuanya yang meraka Pinjam” Bebitu pertanyaan Asmawir salah satu guru di SD 058 Salukonta.

    Saya menjawab, tentu boleh bapak-ibu. Mode kertas dalam quiziz adalah memadukan Online dengan fisik. Saya pun langsung mempraktekkan dihadapan bapak ibu-guru cara pemamfaatan quiziz menggunakan kertas.

    Ya sekedar diketahui Quizizz merupakan web tool untuk membuat kuis interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan Web Tool ini harus didukung oleh koneksi internet. Namun, dikarenakan dengan kondisi ekonomi siswa yang bervariasi maka penggunaan Quizizz ini dapat di gunakan dalam pembelajaran tanpa harus menggunakan koneksi internet bagi siswa. Penggunaan Quizizz tanpa menggunakan koneksi internet bagi siswa dapat digunakan dengan memanfaatkan Quizizz Mode Kertas. Penerapan Quizizz Mode Kertas dalam pembelajaran ini membawa dampak yang besar bagi minat belajar siswa.

    Berdasarkan pengalaman pribadi saya dengan menggunakan Quizizz Mode Kertas ini, minat belajar siswa mengalami peningkatan. Siswa pada saat pembelajaran dapat lebih fokus dalam memahami materi, dikarenakan pada akhir materi mereka akan diberikan evaluasi (sebagian besar mereka menantikan evaluasi menggunakan Quizizz Mode Kertas ini karena mereka merasa ini adalah sebuah permainan).

       Pengalaman ini yang saya bagikan pada peserta kegiatan hari ini. Pukul 11.30 saya akhiri dengan meminta bapak ibu guru untuk tidak sungkan-sungkan menghubungi saya kembali jika ada yang ingin ditanyakan. Kepsek Sd Memberikan Amplop, katanya pembeli Bensin, namun saya menolak sebab Niat saya adalah berbagi dengan Ikhlas. Toh juga jarak saya dari rumah Kesekolah ini terbilang dekat. Bisa berbagi dengan Guru-guru adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya.

    Di bulan ini, Semenjak Ikut PembaTIK, beberapa sudah menghubungi saya untuk jadi narasumber berbagi praktik baik lewat facebook maupun WA.  Kegiatan yang sudah Terjadwal yakni Berbagi untuk kedua kalinya pada tanggal 20 November Bersama PGRI Kec Mehalaan. Untuk Undangan teman-teman via facebook dan WA, kami belum sepakati tanggalnya

 

 

Perihal Perpustakaan Digital PADAMARA dan Pentingnya Membaca

Oleh Muh. Husain



              Ada ungkapan sakti " Temukanlah butir-butir kearifan dan tetesan pengetahuan dari buku". Viltaire mengatakan Untuk mendapatkan pengetahuan hanya melalui dua cara yaitu, membaca buku dan bergaul dengan orang yang membaca buku. Beda juga dengan Nelson Mandela bahwa, ilmu pengetahuan adalah senjata yang paling dashyat mngubah dunia.Membaca adalah tonggak peradaban, demikian kata najwa Shihab. Maka sempatkanlah membaca walau hanya satu ayat, sebagaimana kata goenawan Muhammad; kegemaran membaca sebuah kebahagiaan. Sampai disini membaca adalah cara seseorang memnghimpun ilmu didalam kepala.Membaca adalah kegiatan mempraktikkan cinta. Hakikat cinta, dari sudut pandang Marxian adalah mencurahkan apa yg kita miliki kepada sesuatu atau org yg kita cintai.

              Sederet ungkapan diatas adalah peluru betapa membaca itu penting. Namun pada tataran realitas sulit menemukan orang membaca buku. Dari sekian banyak sebab kita mendiagnosa salahduanya ketersediaan buku terbatas dan akses untuk membaca buku teramat sukar. 

Salah Satu Dampak era VUCA dan Zaman bergerak secepat peluru yang mana melahrikan kecagihan teknologi ini, kita melihat semua lini sektor digiring keserba online. Hal sepele misal membeli makanan saja bisa online. Lalau Disinilah ide membuat perpustakaan berbasis online/digital muncul. Selain bisa diakses dimana saja, di rak-rak Perpustakaan berbasis digital bisa disediakan beragam buku yang bisa dipilih sesuai selera. 

              Langkah Progres yang ditempuh adalah saya segera melakukan operasi darat. Mengumpulkan buku-buku PDF dengan memamfaatkan jaringan pertemanan. Semua disasar, baik komunitas buku maupun orang secara personal. Maka jadilah Perpustakaan digital seperti yang anda sedang kungjungi ini. Perpustakaan digital ini memiliki sekitar 2000 jenis buku. Tentu akan selalu bertambah seiring waktu. Sebab perpustakaan digital  ini berkomitmen hadir untuk menghubungkan pembaca dengan pengetahuan. 

             Di tengah menguatnya tradisi menunduk karena gadget dan mekarnya pengetahuan pragmatis. Buku merupakan oase untuk membangun kesadaran pengetahuan yang paling vital. Maka perpustakaan digital ini adalah Panasea.

              Karena itu jugalah perpustakaan digital ini diberi nama "PERPUSTAKAAN DIGITAL PADAMARA. Pemberian nama "Padamara" dibelakang tentu bukan tanpa sebab. Istilah padamara itu tidak diciptakan. Bukan antitesa dari pergumulan ide. Yang saya lakukan hanyalah berinteraksi dengan beberapa orang tua dan saya menemukan 1 mutiara yang sangat indah yakni PADAMARA. Ia istilah Leluhur yang mengakar kuat yang secara etimologi artinya Penerang/Lampu/cahaya yang menerangi kegelapan. Kata itu sudah jarang sekali di gunakan. Bahkan jauh terpental meninggalkan akarnya, Hanya orang-orang tua tertentu yang mengerti arti dari PADAMARA itu sendiri.
              Pemberian nama PADAMARA untuk perpustakaan digital ini harapannya bisa sebagai Penerang. Tentu tidak Un sich pada Siswa-siswi SMA 1 mehalaan sahaja, tapi tua muda semua tanpa terkecuali. Di tengah menguatnya tradisi menunduk karena gadget dan mekarnya pengetahuan pragmatis. Buku merupakan oase untuk membangun kesadaran pengetahuan yang paling vital Maka Bacalah. Saran ini tetap harus di sampaikan, bahkan kalaupun kalian kurang senang membaca buku. Sebab orang pintar pada umumnya pembaca yang lahap. Coba tengok syahrir, agus salim, Tan malaka, Soekarno, ahmad dahlan, Kh Hasyim hasyari, dan masih banyak lagi. 

              Orang yang cerdas dan pintar itu, ia tidak seperti menangis atau bersin atau menjerit atau membuka mata saat sedng tidur atau berkedip saat mata kemasukan debu. kita  tak perlu belajar menagis atau belajar bersin agar bisa melakukannya scara baik. kita memiliki kecakapan itu bgitu saja dan bisa melakukannya. Tetapi Untuk bisa jadi cerdas dan pintar, terutama untuk jadi orang pembelajar, kita harus belajar. Terserah bagaimana cara kita belajar. kita bisa belajar sendiri, kita bisa belajar pada orang lain tetapi kita hrus belajar dan tahu apa saja yang harus kita pelajari untuk bisa jadi orng pemelajar. Salahtunya bacalah...Buku adalah Taman Mulia, Perkebunan orang-orang cerdas dan tempat rekreasi bagi orang-orang merdeka (MH)
Cari satu buku Di perpustakaan Padamara dan Mulailah membaca!Klik DISINI 

 _Debita ab erudito quoque libris reverentia_(Kehormatan orang terpelajar berasal dari buku)

Minggu, 10 November 2024

Jika Ingin Mengelola kebiasaan Positif maka buku Atomic Hobbit direkomendasikan



"Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari, bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup." 
(Atomic Habits - James Clear)

    Jika kalian ingin mencari atau memiliki ketertarikan dalam membaca bergenre self improvement yang membahas strategi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan ingin memulai, mengembangkan dan mengelola kebiasaan positif, buku ini sangat direkomendasikan. Dimana buku Atomic Habits merupakan jenis buku yang detail serta memiliki pemaparan yang mudah untuk dimengerti seperti 

       setiap strategi yang diberikan memiliki contoh dan ada hasil riset, latar cerita, teori tokoh, fakta ilmiah, juga ide-ide dari James Clear itu sendiri. Pembaca juga akan dimanjakan dengan grafik, tabel, diagram, dan kurva.

    Setiap bab akan diakhiri dengan rangkuman yang akan memudahkan pembaca untuk kembali mengingat point-point penting yang ada dalam bab. Cara penulisan yang dipilih oleh James Clear juga dalam bentuk dialog, story telling, dan pemaparan dengan bahasa yang mudah untuk dipahami. Buku ini juga menggunakan konsep dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembaca menjadi relate dengan isi dari buku ini dan juga penekanan dalam buku ini berfokus pada perubahan dari hal kecil juga mudah untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari pembacanya. 

    James juga menjabarkan bagaimana pembentukan dari kebiasaan ditambah dengan step – step yang begitu sederhana dan cukup masuk akal atau realistis  bagi kehidupan kita, selain itu James juga memberikan hal-hal yang lebih realistis lagi yaitu adanya ketidak sempurnaan dalam kehidupan ini dimana dalam menjalankan kebiasaan-kebiasan kita pasti ada juga saat-saat kita absen untuk tidak melakukan kebiasaan tersebut. James juga bukan penulis yang selalu memberikan kata-kata atau pemaparan yang terlalu unrealistik seperti motivator pada umumnya. James mengatakan kuncinya adalah jangan melakukan absen tersebut terus menerus atau lebih dari satu kali karena itu akan berakibat fatal dan itu akan menjadikan kebiasaan buruk.

Untuk membaca buku Tersebut dan buku-buku yang lain silahkan Boleh mengunjungi Perpustakaan Digital https://sites.google.com/view/muhaverroeshusain/beranda atau bisa langsung dowload Disini

"PENDIDIKAN ADALAH SENJATA PALING AMPUH UNTUK MENGUBAH DUNIA"

     

      Suatu pagi yg cerah di taman akademi Lyceum, Aristoteles berkumpul dengan murid-muridnya di bawah naungan pohon zaitun. Mereka duduk melingkar di sekitar Aristoteles, yang tampak sedang merenung. Setelah beberapa saat, Aristoteles memandang mereka dengan mata yg penuh kebijaksanaan.

        Aristoteles:  "Anak-anakku, hari ini aku ingin berbicara tentang sesuatu yg sangat penting bagi kehidupan kita: tentang kekuatan pendidikan dan tanggung jawab yang menyertainya. Barang siapa yang dapat menggunakan pendidikan dengan bijak, akan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik."

         Para murid mendengarkan dengan penuh perhatian, penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh guru mereka.

Seorang muridpun bertanya: " apa maksudnya itu guru"?

        Aristoteles: "Pendidikan adalah alat yang sangat kuat. Ia adalah senjata yang paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk membawa perubahan. Dengan pendidikan, kita mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan kita untuk menciptakan, berinovasi, dan memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat kita. 

"Pendidikan itu seperti benih yang ditanam di ladang subur. Ketika seseorang mendapatkan pendidikan, mereka seperti tanah yang diberi benih pengetahuan dan disiram dengan keterampilan. Dengan perawatan yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi pohon yang kuat dan bermanfaat, memberikan buah yang manis dan naungan bagi banyak orang."

       Sang muridpun melanjutkan:  "Jadi, pendidikan membantu seseorang untuk memahami dunia dan membuatnya lebih baik?

       Aristoteles:  "Tepat sekali. Bayangkan seorang pandai besi yang terampil. Dengan palu dan alatnya, dia dapat membentuk logam menjadi alat yang berguna dan indah. Pendidikan adalah seperti palu dan alat itu—ia memberikan kita kemampuan untuk membentuk dunia sesuai dengan visi kita, untuk menciptakan, berinovasi, dan memperbaiki kehidupan kita dan orang lain."

       Seorang murid perempuanpun bertanya:   "Tapi, Guru, bagaimana jika pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan disalahgunakan? Bagaimana jika seseorang menggunakan pengetahuannya untuk menghancurkan dunia daripada memperbaikinya?"

         Aristoteles tersenyum bijak dan mengambil sebuah pisau di sebelahnya.

        Aristoteles:    "Lihatlah pisau ini, anakku. Di tangan seorang koki, pisau ini dapat digunakan untuk memotong sayuran dan menyiapkan makanan lezat yang menghidupi keluarga. Namun, di tangan yang salah, pisau yang sama bisa menjadi alat yang berbahaya. Pengetahuan dan pendidikan adalah seperti pisau ini—netral pada dirinya sendiri, tetapi bagaimana kita menggunakannya yang menentukan dampaknya."

         Murid itupun melanjutkan:  "Jadi, pengetahuan bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan bijak?"

      Aristoteles:   "Benar. Itulah mengapa pendidikan harus selalu disertai dengan pemahaman tentang etika dan tanggung jawab. Kita harus mengajarkan tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika yang membantu seseorang menggunakan pengetahuan mereka untuk kebaikan. Bayangkan seorang ahli bedah yang menggunakan pisau bedah untuk menyelamatkan nyawa. Tanpa pendidikan etika, pisau bedah itu bisa disalahgunakan.

      Murid lainpun menanyakan:  "Bagaimana kita bisa memastikan bahwa pengetahuan digunakan dengan benar, Guru?"

          Aristoteles:  "Kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan bagaimana orang lain menggunakan pengetahuan, tetapi kita bisa membimbing mereka melalui pendidikan yang holistik. Pendidikan harus mencakup pengajaran tentang tanggung jawab sosial dan etika. Pikirkan sebuah sungai besar yang mengalir melalui tanah subur. Jika diarahkan dengan benar, air sungai itu bisa mengairi ladang, memberi kehidupan bagi tanaman dan hewan. Namun, jika tidak diarahkan dengan benar, sungai itu bisa meluap dan menghancurkan desa-desa di sekitarnya. Pengetahuan adalah seperti air sungai itu—harus diarahkan dan digunakan dengan bijak."

    Sang muridpun melanjutkan:   " kami mengerti sekarang, Guru. Pendidikan adalah alat yang kuat, tetapi kita harus belajar menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab."

       Aristoteles:   " Tepat. Ingatlah selalu bahwa dengan pengetahuan datang tanggung jawab besar. Jika kita semua mengingat ini, kita bisa memastikan bahwa pengetahuan digunakan untuk kebaikan dan tidak disalahgunakan untuk kehancuran."

       Dengan semangat baru, merekapun kembali dgn membawa pemahaman yg baru dan bertekad untuk tidak hanya mengejar pengetahuan, tetapi juga mempelajari cara menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab, untuk memastikan bahwa dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua.

      Jadi Filosofi dari Cerita ini menekankan bahwa pendidikan adalah alat yang kuat untuk mengubah dunia, namun juga mengingatkan kita bahwa pengetahuan harus digunakan dengan bijaksana dan bertanggung jawab.

Sabtu, 09 November 2024

Lolos Mengikuti Seleksi Kandidat Duta Teknologi 2024 Sulawesi Barat

 


Jumat 08 November2024 , tatkala mentari sudah pamit ke peraduan, saya sedang menonton siaran ulang youtube debat kandidat calon bupati dan wakil bupati kabupaten mamasa. Kutengok jam di lenganku menujukkan pukul 20.15 menit.

Muncul notifikasi dilayar hapeku sebagai tanda ada pesan masuk. “Paling itu chat teman-teman di grub PPG Daljab” kataku dalam hati. Yah memang setelah kami melaksanakan UKPPG beberapa hari lalu, grub itu selalu ramai pesan dari teman-teman. Kadang curhat soal Ukinnya yang tidak sempurna, study kasus yang kalimatnya kurang 350 kata, babibu dan bla-bla. Tetapi lebih banyak menumpahkan kegelisahan dan kekawatiran  tidak lulus.

Semakin kesini bunyi notifikasi itu kian bertubi-tubi. Ada apa? Jangan-jangan sudah ada pengumuman kelulusan PPG. Pikirku. Saya jeda video yang sedang saya tonton dan segera  dalam kecepatan jari membuka wa. Kutengok-tengok, ada banyak pesan pada  grub. Selain Grub PPG, Grub Guru Penggerak Sulbar, juga ada beberapa pesan di grub sahabat teknologi sulbar.

Saya membuka  grub “sahabat teknologi sulbar 2024”. Saat saya buka  ada pesan Ibu Dewi lestari Guru di SMPN 6 Topoyo, lewat hasil Scrensoot mengimformasikan bahwa iya lolos seleksi calon duta teknologi 2024 selawesi barat sembari mengirmkan link PembaTIK. Mungkin maksudnya supaya kami peserta mengecek juga apakah lolos atau tidak.

Saya sebagai salah satu peserta tetiba deg-degan membukusi badan. Ingin segera mengecek juga tapi ada kekawatirsn tidak lolos sehingga Keinginan untuk mengecek saya tunda. 10 menit berlalu saya belum mengecek. 20 menit berlalu saya masih belum mengecek, hinggan 65 menit berlalu, karena rasa penasaran kian menggebu, dan karena keinginan untuk segera mengetahui nama-nama peserta yang lolos sehingga kupaksakan diri untuk membuka link tersebut.

Setalah saya mengimput email dan mengklik enter, muncul nama dan instansi saya. Kemudian saya scrol kebawah bukan main senangnya. Saya merasakan getar itu ketika namaku terhampar disana dan dinyatakan lolos 5 besar sebagai kandidat duta Teknologi 2024 sulawesi Barat.

Ada perasaan tak menyangka juga tak percaya tapi itulah ketetapan Tuhan. Tentu saya tidak sampai loncat-loncat tapi karena teralalu senangnya segera kukabarkan pada Ma, si pemilik kelembutan dan perawat kasih sayang. Ia terdiam sejenak. Mungkin iya sadar setiap perjuangan terdekap didalamnya konsekunesi.  Level 1 Literasi, Level 2 Implementasi, Level 3 Kreasi dan Level 4 Berbagi dan berkolaborasi. Meski hanya lebih kurang 5 bulan tapi banyak cerita tercipta semenjak membaca materi, singronus kelas dan mengikuti webiner saat agenda lain padat. Implemnatasi di kelas, membuat kreasi dan berbagi bersama siswa, rekan sejawat dan sahabat teknologi.

Orang mungkin akan merayakan kesenangannya dengan hal yang mereka punya dan suka. Dan ibu saya dalam mengepresikan kesengannya ia mengambil wudhu segera shalat. Mungkin iya ingin mengucap syukur kepada Tuhan atas pencapaian anaknya ini.

Malam ini sungguh saya dipenuhi taburan senyum dan luapan semangat. Aku lalu menuliskannya seperti yang Anda baca ini. Lalu hembus angin dari rindang pohon depan rumah ikut mengirim kedinginan yang menembus pori-pori, ia tumpah dan meleleh bersama aroma kopi. Tak sadar waktu sudah pukul 23. 59. Dengan segenap cinta dan getar yang bergelora. Getar-getar itu semakin melengkapi keyakinan tahun ini saya bisa finish sebagai duta teknologi. Semoga!

 

Kamis, 07 November 2024

Belajar dari PO Dalam Film Kungfu Panda


(Tulisan Ini saya tulis dihari Idul Fitri 2024 yang telah lewat)

Dalam konteks kehidupan nyata, kita memang kerap kali menemui satu problem orang mengakuisisi dirinya, kelompoknya bahwa ilmu dan keterampilanya lah yang benar sementara yang lain salah, yang berbeda di labeli sesat, kafir, yang berbeda kerap kali dilabeli teroris.

Maka baiknya kita belajar dari film animasi kungfu Panda, tapi  sebelumnya karena tulisan ini agak panjang, siapkan seember  kopi. Upss. Mksudnya segelas kopi😊

Dunia persilatan di gegerkan oleh terpilihnya kesatria naga dari golongan biasa,  dia si panda pekerjaan sehari-hari nya hanyalah sebagai penjual mie.

Ialu di besarkan oleh seekor ungas bernama lizane.  

mereka sama Sekali tidak punya hubungan genetik antara keduanya.

Ayah angkatnya itu begitu Sangat mengingkan po menjadi penerus rumah makan mie-nya itu. 

Ia berambisi agar po  menjadi penerusnya  menjadi tukang mie.

Namun po punya keinginan yang lain, ia ingin menjadi seorang pendekar, ia sangat terkagum dan terobsesi  dengan lima pendekar murid master shifu. 

Tetapi persoalannya po sama sekali tidak punya keterampilan bela diri, itulah yang membuat master shifu dan ke lima muridnya di penuhi tanda tanya besar, mengapa  grand master oogway mengangkat calon kesatria  naga  dari golongan biasa, keahliannya hanya memasak mie selebihnya bertubuh tambun?. Pantaskah ia menghalau kesaktian tai Lung? Seekor harimau jahat yang sakti mandraguna mantan murid kesayangan master shifu.

Hari demi hari master shifu jalani dengan kegelisahan yang mendalam tak bisa ia bayangkan bagaiamana kesaktian tai Lung yang sebentar lagi akan memporak-porandakan padepokanya, sesuai dengan firasat grand master oogway bahwa tai Lung akan melarikan diri dari penjara mencari wasiat naga di padepokan dimana ia berdiri saat ini.

po kemudian menjalani kehidupan latihan  di padepokan bersama dengan  dari ke-lima idolanya yang kini menjadi  saudara se perguruanya. Dialah tigress, monkey, crane, mantis, dan viver.

Kelima sahabat seperguruannya sama sekali tidak percaya bahwa po adalah pendekar naga pilihan grand master oogway.

Ketidak yakinan itu di picu oleh  kemampuan po yang sama sekali tidak punya keahlian bela diri, sementara mereka  sudah menginjak level pendekar tingkat atas. 

Apapun itu mereka sudah meragukan grand master oogway.

Di dalam hari-hari menjalani latihan, po memang kerap kali mendapat keraguan dari master shifu tetapi Po yang lugu itu punya tekad yang  besar, ia senantiasa bersabar meyakinkan dirinya dan gurunya bahwa ia adalah pendekar naga.

Po menjalani latihan berat dari gurunya, kegagalan demi kegagagalan ia dapatkan.

sepertinya latihan berat itu sama sekali tidak membangkitkan dan menunjukan kemajuan po selain rasa sakit semata yang ia terima, jika ingin menjadi yang terbaik tabah dan bersabarlah menghadapi tekanan hidup kelak proses tidak akan mengkhianati hasil.

Master shifu harus berfikir ekstra dan melakukan pengamatan mendalam agar Po  menemukan jalanya menjadi kesatria naga. Akhirnya master menemukan metode bahwa kemampuan po harus distimulasi dari kebiasaanya  yaitu makan bakpao.

suka duka ia jalani bersama dengan penuh keihklasan dan derita oleh po, maka tibalah waktunya sebagai kesatria naga untuk membuka "wasiat naga" yang berada di ruangan inti padepokanya. 

Master shifu, ke-lima muridnya dan po sudah sangat tidak sabar untuk mengetahui apa sebenarnya isi wasit naga tersebut?. 

Lembaran itu di buka secara perlahan dan begitu hati-hati.

Ruangan padepokan seketika di penuhi keheningan dan aura keputus asaan dari seisi penghuninya tatkala mendapati wasiat naga kosong belaka, hanya lembaran kertas, tanpa coretan kata sama sekali.

Po hanya menatap dalam sebuah kolam yang berada di depannya ia hanya melihat dirinya di dalam sana.

Tibalah saatnya pertarungan besar itu antara kesatria naga dan tai Lung, tai Lung unggul secara tehknik sebab bertahun-tahun menjalani latihan keras sementara po bertarung apa adanya hanya semangat dan tekad yang besar menyala di dadanya, di tengah ketersudutanya ia bisa mengimbangi gerakan tai Lung melalui kemurnian berfikiranya.

Po tak terkendali gerakannya murni lahir dari dirinya, sehingga pada akhirnya ia mengucapkan "shikipu" sebuah mantra yang berhasil mengalirkan energi murni "che” dan mengunci tai Lung.

Sebuah pelajaran yang begitu penting dari film animasi besutan sutradara John Stevenson dan Mark Osburne, ia begitu evic memainkan ritme perjalanan hidup manusia dan melahirkan beragam cara pandang.

film kungfu panda ini memberikan beragam corak cara pandang salah satunya tentang menjadi seorang guru  bahwa menjadi seorang  guru mestinya bisa melihat potensi-potensi yang terpendam di dalam diri murid kita.

Bagaiamana seorang master shifu menemukan metode sederhana untuk membangkitkan bakat po. 

Master shifu menyadari kegagalannya tempo hari dalam mendidik Tai Lung, kali ini ia tak ingin mendidik po seperti mendidik Tai Lung sesuai obsesinya sesuai kemauannya sehingga melahirkan murid yang pembangkang berwatak jahat seperti tai Lung.

Animasi ini mengaduk kemamapanan pengetahuan dan monotonya kehidupan, po senagaja di munculkan sebagai tokoh central yang lugu bahkan di cap bodoh tetapi mempunyai empati tinggi dan Gandrung menolong sesama. 

Panda mengugat kemapanan cara pandang tentang pintar dan bodoh, bahwasanya tidak ada orang yang pintar segalanya, dan  setiap orang punya sisi dimana ia bodoh.

Tidak penting soal pintar kalau menghadirkan derita bagi orang, yang terpenting adalah bagaiamana kita di pandang bodoh tapi berbuat hal yang tidak mampu di buat oleh orang pintar.

Itulah po. 

dalam konteks kehidupan nyata, kita memang kerap kali menemui satu problem orang mengakuisisi dirinya, kelompoknya bahwa ilmu dan keterampilanya lah yang benar sementara yang lain salah, yang berbeda di labeli sesat, kafir, yang berbeda kerap kali dilabeli teroris.

Berangkat dari cerita serial kunfu panda ini ia menyorot tentang bagaimana manusia-manusia pilihan itu lahir

Manusia pilihan adalah mereka yang kerap kali lahir dari kekurangan dan kesengsaraan hidup.

mari kita lihat sejarah,  bagaimana seorang Rasulullah Saw di usia belianya menjadi yatim piatu dan tak bisa baca tulis, menjadi pengembala di usia yang semestinya diisi dengan dunia bermain.

Tetapi ketika menginjak dewasa beliau membawa perubahan besar sejagat raya menerobos sekat-sekat pembodohan dan perbudakan dan meneguhkan kemanusiaan. 

Kembali pada wasiat naga.

ternyata  hanyalah sebuah gulungan kertas yang kosong. 

Grand master  oogway tersirat menerangkan kepada pemirsa, sejatinya manusia adalah kertas kosong putih dan bersih.

Kembalilah ke fitrahmu sebagai manusia suci itu, sebab belajar dunia adalah bagaiamana kita mempelajari diri kita sendiri.

Kertas kosong putih bersih itu seperti gulungan-gulungan fitrah kita yang tak pernah beranjak. 

Tetapi ia kadang kotor oleh sifat-sifat ketamakan, kesombongan dan kerakusan seperti tai Lung.

Dan pertarungan itu ada dalam diri kita bahwa ambisi dan obsesi buta dengan segala hal sering kali membutakan sehingga kita lupa siapa diri kita dan bertanya mengapa Tuhan menitipkan kita di buminya ini.

gulungan kertas ini seperti perjalanan menemukan tuhan, menemukan sejatinya diri kita. 

Ya seperti panda melihat dirinya dalam kolam, itu pesan yang penulis tangkap.

Koruptor yang menggurita di tengah budaya Dzikir yang massif, perampasan hak hidup orang banyak, pengerusakan lingkungan  mungkin saja di picu oleh sebuah kelalaian akibat lupa melihat ke dalam dirinya darimana kita lahir dari mana kita datang.

Sehingga di hadapan sang pencipta kita begitu angkuh sombong, paling merasa benar dan menganggap dunia adalah taklukanya

mengenal sang pencipta bukan bolak baliknya kita ke mesjid bukan terlenanya kita di dalam surau atau bukan maraknya pengajian.

Bahkan bukan pula bolak baliknya kita ke tanah suci.  

Tetapi bagaiamana kita mencoba menghilangkan sekat dalam diri, tentang tingginya ilmu, banyaknya harta tinginya pangkat dan jabatan. 

Tetapi belajar men-sejajar-kan diri dengan setiap manusia lainnya. 

Dan berbaur di tengah-tengah kaum yang teraniaya.

sehingga mengapa kemudian lebaran adalah hari dimana kita kembali suci. 

Kesucian itu tidak serta merta disandang setelah sekian lama jiwa dan raga ini berkubang dalam kelupaan diri tentang eksistensi ke-tuhan-an, orang menyebutnya Dosa.

proses panjang itu kita di godok di wajibkan menahan lapar dan haus selama satu bulan serta di wajibkan bersedekah, untuk membangkitkan kepekaan nurani dan keempatian yang tinggi.

puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi bagaimana kita bisa merasakan tentang laparnya orang miskin dan anak yatim, dan tentang mereka yang hidup di jalanan.

Sehinga kemudian diwajibkan bagi orang mampu untuk bersedekah sebagai bentuk empati bagi mereka yang tak punya apa-apa, serta penegasan bahwa sebagian harta kita ada hak orang miskin di dalamnya.

Pertanyaan besar menanti kita kedepan

apa yang akan kita lakukan setelah puasa berlalu?. Apakah ini hanya akan menjadi sekedar ritus menahan lapar belaka atau mensifati puasa yang lebih penting?.

kita mungkin tidak bisa melihat jauh siapa kita, tanpa mencoba kembali kepada kekosongan dan menjamahnya dalam sunyi kesunyian memercikkan ketenangan.

Seperti kata grand master oogway.

"Kita tidak akan menemukan jawaban apapun saat hati dan pikiran tengah gelisah dan keserakahan akan membuat seorang merasa kurang dan terus mengambil hak orang lain".