Fase kehidupan dalam teori perkembangan manusia itu, Jhon locke menyebutnya sebagai "Tabula rasa" .
Bahwa; ketika manusia dilahirkan ke dunia, ia bagaikan sebuah kertas kosong yang membutuhkan pena (orang lain) untuk mengisi dan mewarnai kehidupannya.
Yang dimaksudkan dengan kertas kosong adalah otak atau pikiran manusia yang belum terisi dan terusik dengan romantisme kehidupan.
Dari steping itulah, manusia memahami siklus kehidupan, bagaimana ia berliterasi, bagaimana dia beretorika, bagaimana dia menlabelkan dirinya sebagai mahluk yang yang bermoral.
SMAN 1 Mehalaan adalah salah satu dari sekian tahapan sesuai dengan Ikhwal otak atau fikiran manusia yang kosong sebagaimana disampaikan Jhon Locke Tersebut.
Dua Siswi atas nama Ruth Damayanti, Cucu sosiologisnya Agustus Comte, dan Putri Eurene Syalom cucu sosiologisnya Geber, mereka adalah kertas kosong, lalu diwarnai, dilukisi lukisan indah nan apik oleh pena bernama SMAN 1 Mehalaan hanya dalam tempo waktu relatif singkat, hingga meraih medali perak olimpiade Nasional bidang study Sosiologi Dan Kimia dibawah sentuhan halusnya Srikandi SMAN 1 MEHALAAN ibu Neti Angraeni, S.Pd, M.Pd dan Ibu MeriamBeauty , S.Pd. Gr
Pak Demmangngala Christoforus sebagai Representasinya SMAN 1 Mehalaan telah andil mewarnai dan melukisi kertas kosong tersebut. Dari varian warna, salah satunya memberi warna semangat Juang yakni "Hantam Saja" . Dua Kalimat penggugah nadi semangat yang menjadi jubah spirit siswa siswi SMAN 1 Mehalaan.
1 tahun mengabdi Di SMAN 1 Mehalaan jejak juangnya telah terakumulasi seutuhnya bak serdadu sekutu yang terjun tumpah ruah di daratan sangkayu salu Mehalaan.
Kini, SMAN Mehalaan dengan berbagai stakholder yang ada sudah benar-benar menjadi Urat nadi untuk terus mewarnai dan melukis generasi agar tersusun rapi oleh Estetika.
Selamat untuk kalian Berdua, Ruth Damayanti dan putri Eurene Syalom

.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar