Senin, 04 November 2024

Kuburan Tedong-Tedong Balla, Menyalakan Ingatan yang kian Pudar


 Tentu sebuah kebanggan, setiap tahun, ide inovatif dan efektif di sekolah kecil ini terus menyala. Kehadirannya terus memberikan makna. Namanya Terus berpijar. Agenda-agenda berkualitas terus bermunculan, menandakan tradisi baik ini tak padam, terus menjalar dan merambat.


Hari Ini Siswa-siswi SMAN 1 Mehalaan melakukan kunjungan Budaya II Di Balla Kab mamasa sebagai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tak tanggung-tanggung 7 guru mata pelajaran yang piawai berkolaborasi dalam misi ini; Seni Budaya, Ekonomi, PWKU, Sosiologi, Sejarah, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Situs budaya yang dikunjungi salahsatunya Kuburan Tedong-tedong. Dalam tinta pena itu, Usianya lebih kurang 300 tahun. Tapi serpihan cerita masih lekat. Berbaur dengan gunung dekat situ.

Sejenak dalam dekap tenang, Balla bahwa jazirah ini Menyalakan kembali ingatan kian pudar, bahwa jazirah ini telah menumpahkan jejak-jejak peradaban yang telah mengakar semenjak dahulu kala.seolah menghamparkan peradaban tinggi yang tumbuh subur . Para pendahulu telah menunjukkan kelasnya sebagai penabur benih peradaban yang harmoni. Menorehkan jejak-jejak hebat.

Sekolah harus menjadi Jembatan mengenalkan kebudayaan berbasis lokal itu. Jika jejak edukasi itu benar-benar tertumpah di sekolah, mulai di kerjakan, di semaikan benihnya maka sungguh sekolah telah menjadi cahaya menerangi generasi muda yang gelap Budayanya sendiri.

Itulah Siswa-Siswi diajak mengunjungi Situs-situs budaya Kab Mamasa. SMAN 1 Mehalaan, mengambil peran sebagai pelita mengenalkan situs budaya Mamasa yang terlupa.

Tentu saja bukan siswa semata. Mereka yang sepuh maupun yang milenial, para imam juga pendeta. Aktifis, jurnalis, anak muda yang pebisnis, gadis-gadis manis maupun lelaki jantan berkumis tebal maupun tipis, semuanya tanpa garis pembatas harus berkunjung dan mengenali situs-situs budaya yang ada di kabupaten mamasa. Bahwa situs budaya adalah warisan dan menjadi amanah luhur yang mesti terus dipelihara.

Saya pribadi benar-benar menikmati keindahan bangunan dan setiap ceritra yang diterangkan penjaga kuburan tersebut. sekaligus ikut mencatat untaian kata yang terucap dari mulutnya. Saya tidak ragu menuangkan segala geisah. Rasanya seperti sedang berjalan melewati lorong waktu. Menurut saya Kuburan Tedong-tedong adalah kendaraan yang bisa mengantar pulang untuk bernostalgia dengan dengan lukisan yang diberi nama Sejarah.

Ah, saya tak ingin larut kedalam kisah itu.Yang lainya adalah gaya foto yang juga begitu perfect dari sang komandan SMAN 1 Mehalaan pak Kepsek Demmangngala Christoforus , apalagi cincinya di jari yang sangat bersinar. Hmmmm



0 Comments:

Posting Komentar