Oleh Muh. Husain
Ada
ungkapan sakti " Temukanlah butir-butir kearifan dan tetesan
pengetahuan dari buku". Viltaire mengatakan Untuk mendapatkan
pengetahuan hanya melalui dua cara yaitu, membaca buku dan bergaul dengan orang
yang membaca buku. Beda juga dengan Nelson Mandela bahwa, ilmu pengetahuan
adalah senjata yang paling dashyat mngubah dunia.Membaca adalah tonggak
peradaban, demikian kata najwa Shihab. Maka sempatkanlah membaca walau hanya
satu ayat, sebagaimana kata goenawan Muhammad; kegemaran membaca sebuah kebahagiaan.
Sampai disini membaca adalah cara seseorang memnghimpun ilmu didalam
kepala.Membaca adalah kegiatan mempraktikkan cinta. Hakikat cinta, dari sudut
pandang Marxian adalah mencurahkan apa yg kita miliki kepada sesuatu atau org
yg kita cintai.
Sederet ungkapan diatas adalah peluru betapa membaca itu penting. Namun pada tataran realitas sulit menemukan orang membaca buku. Dari sekian banyak sebab kita mendiagnosa salahduanya ketersediaan buku terbatas dan akses untuk membaca buku teramat sukar.
Salah Satu Dampak era VUCA dan Zaman bergerak secepat peluru yang mana melahrikan kecagihan teknologi ini, kita melihat semua lini sektor digiring keserba online. Hal sepele misal membeli makanan saja bisa online. Lalau Disinilah ide membuat perpustakaan berbasis online/digital muncul. Selain bisa diakses dimana saja, di rak-rak Perpustakaan berbasis digital bisa disediakan beragam buku yang bisa dipilih sesuai selera.
Langkah Progres yang ditempuh adalah saya segera melakukan operasi darat. Mengumpulkan buku-buku PDF dengan memamfaatkan jaringan pertemanan. Semua disasar, baik komunitas buku maupun orang secara personal. Maka jadilah Perpustakaan digital seperti yang anda sedang kungjungi ini. Perpustakaan digital ini memiliki sekitar 2000 jenis buku. Tentu akan selalu bertambah seiring waktu. Sebab perpustakaan digital ini berkomitmen hadir untuk menghubungkan pembaca dengan pengetahuan.
Di tengah menguatnya tradisi menunduk karena gadget dan mekarnya pengetahuan pragmatis. Buku merupakan oase untuk membangun kesadaran pengetahuan yang paling vital. Maka perpustakaan digital ini adalah Panasea.
Karena
itu jugalah perpustakaan digital ini diberi nama "PERPUSTAKAAN DIGITAL
PADAMARA. Pemberian nama "Padamara" dibelakang tentu bukan tanpa
sebab. Istilah padamara itu tidak diciptakan. Bukan antitesa dari pergumulan
ide. Yang saya lakukan hanyalah berinteraksi dengan beberapa orang tua dan saya
menemukan 1 mutiara yang sangat indah yakni PADAMARA. Ia istilah Leluhur yang
mengakar kuat yang secara etimologi artinya Penerang/Lampu/cahaya yang
menerangi kegelapan. Kata itu sudah jarang sekali di gunakan. Bahkan jauh
terpental meninggalkan akarnya, Hanya orang-orang tua tertentu yang mengerti
arti dari PADAMARA itu sendiri.
Pemberian
nama PADAMARA untuk perpustakaan digital ini harapannya bisa sebagai Penerang.
Tentu tidak Un sich pada Siswa-siswi SMA 1 mehalaan sahaja, tapi tua muda semua
tanpa terkecuali. Di tengah menguatnya tradisi menunduk karena gadget dan
mekarnya pengetahuan pragmatis. Buku merupakan oase untuk membangun kesadaran
pengetahuan yang paling vital Maka Bacalah. Saran ini tetap harus di
sampaikan, bahkan kalaupun kalian kurang senang membaca buku. Sebab orang
pintar pada umumnya pembaca yang lahap. Coba tengok syahrir, agus salim, Tan
malaka, Soekarno, ahmad dahlan, Kh Hasyim hasyari, dan masih banyak lagi.
Orang yang cerdas dan pintar
itu, ia tidak seperti menangis atau bersin atau menjerit atau membuka mata saat
sedng tidur atau berkedip saat mata kemasukan debu. kita tak perlu
belajar menagis atau belajar bersin agar bisa melakukannya scara baik. kita
memiliki kecakapan itu bgitu saja dan bisa melakukannya. Tetapi Untuk bisa jadi
cerdas dan pintar, terutama untuk jadi orang pembelajar, kita harus belajar.
Terserah bagaimana cara kita belajar. kita bisa belajar sendiri, kita bisa
belajar pada orang lain tetapi kita hrus belajar dan tahu apa saja yang harus
kita pelajari untuk bisa jadi orng pemelajar. Salahtunya bacalah...Buku adalah
Taman Mulia, Perkebunan orang-orang cerdas dan tempat rekreasi bagi orang-orang
merdeka (MH)
Cari satu buku Di perpustakaan Padamara dan Mulailah membaca!Klik DISINI
_Debita ab erudito quoque libris reverentia_(Kehormatan orang
terpelajar berasal dari buku)

.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar