Senin, 11 November 2024

Perihal Perpustakaan Digital PADAMARA dan Pentingnya Membaca

Oleh Muh. Husain



              Ada ungkapan sakti " Temukanlah butir-butir kearifan dan tetesan pengetahuan dari buku". Viltaire mengatakan Untuk mendapatkan pengetahuan hanya melalui dua cara yaitu, membaca buku dan bergaul dengan orang yang membaca buku. Beda juga dengan Nelson Mandela bahwa, ilmu pengetahuan adalah senjata yang paling dashyat mngubah dunia.Membaca adalah tonggak peradaban, demikian kata najwa Shihab. Maka sempatkanlah membaca walau hanya satu ayat, sebagaimana kata goenawan Muhammad; kegemaran membaca sebuah kebahagiaan. Sampai disini membaca adalah cara seseorang memnghimpun ilmu didalam kepala.Membaca adalah kegiatan mempraktikkan cinta. Hakikat cinta, dari sudut pandang Marxian adalah mencurahkan apa yg kita miliki kepada sesuatu atau org yg kita cintai.

              Sederet ungkapan diatas adalah peluru betapa membaca itu penting. Namun pada tataran realitas sulit menemukan orang membaca buku. Dari sekian banyak sebab kita mendiagnosa salahduanya ketersediaan buku terbatas dan akses untuk membaca buku teramat sukar. 

Salah Satu Dampak era VUCA dan Zaman bergerak secepat peluru yang mana melahrikan kecagihan teknologi ini, kita melihat semua lini sektor digiring keserba online. Hal sepele misal membeli makanan saja bisa online. Lalau Disinilah ide membuat perpustakaan berbasis online/digital muncul. Selain bisa diakses dimana saja, di rak-rak Perpustakaan berbasis digital bisa disediakan beragam buku yang bisa dipilih sesuai selera. 

              Langkah Progres yang ditempuh adalah saya segera melakukan operasi darat. Mengumpulkan buku-buku PDF dengan memamfaatkan jaringan pertemanan. Semua disasar, baik komunitas buku maupun orang secara personal. Maka jadilah Perpustakaan digital seperti yang anda sedang kungjungi ini. Perpustakaan digital ini memiliki sekitar 2000 jenis buku. Tentu akan selalu bertambah seiring waktu. Sebab perpustakaan digital  ini berkomitmen hadir untuk menghubungkan pembaca dengan pengetahuan. 

             Di tengah menguatnya tradisi menunduk karena gadget dan mekarnya pengetahuan pragmatis. Buku merupakan oase untuk membangun kesadaran pengetahuan yang paling vital. Maka perpustakaan digital ini adalah Panasea.

              Karena itu jugalah perpustakaan digital ini diberi nama "PERPUSTAKAAN DIGITAL PADAMARA. Pemberian nama "Padamara" dibelakang tentu bukan tanpa sebab. Istilah padamara itu tidak diciptakan. Bukan antitesa dari pergumulan ide. Yang saya lakukan hanyalah berinteraksi dengan beberapa orang tua dan saya menemukan 1 mutiara yang sangat indah yakni PADAMARA. Ia istilah Leluhur yang mengakar kuat yang secara etimologi artinya Penerang/Lampu/cahaya yang menerangi kegelapan. Kata itu sudah jarang sekali di gunakan. Bahkan jauh terpental meninggalkan akarnya, Hanya orang-orang tua tertentu yang mengerti arti dari PADAMARA itu sendiri.
              Pemberian nama PADAMARA untuk perpustakaan digital ini harapannya bisa sebagai Penerang. Tentu tidak Un sich pada Siswa-siswi SMA 1 mehalaan sahaja, tapi tua muda semua tanpa terkecuali. Di tengah menguatnya tradisi menunduk karena gadget dan mekarnya pengetahuan pragmatis. Buku merupakan oase untuk membangun kesadaran pengetahuan yang paling vital Maka Bacalah. Saran ini tetap harus di sampaikan, bahkan kalaupun kalian kurang senang membaca buku. Sebab orang pintar pada umumnya pembaca yang lahap. Coba tengok syahrir, agus salim, Tan malaka, Soekarno, ahmad dahlan, Kh Hasyim hasyari, dan masih banyak lagi. 

              Orang yang cerdas dan pintar itu, ia tidak seperti menangis atau bersin atau menjerit atau membuka mata saat sedng tidur atau berkedip saat mata kemasukan debu. kita  tak perlu belajar menagis atau belajar bersin agar bisa melakukannya scara baik. kita memiliki kecakapan itu bgitu saja dan bisa melakukannya. Tetapi Untuk bisa jadi cerdas dan pintar, terutama untuk jadi orang pembelajar, kita harus belajar. Terserah bagaimana cara kita belajar. kita bisa belajar sendiri, kita bisa belajar pada orang lain tetapi kita hrus belajar dan tahu apa saja yang harus kita pelajari untuk bisa jadi orng pemelajar. Salahtunya bacalah...Buku adalah Taman Mulia, Perkebunan orang-orang cerdas dan tempat rekreasi bagi orang-orang merdeka (MH)
Cari satu buku Di perpustakaan Padamara dan Mulailah membaca!Klik DISINI 

 _Debita ab erudito quoque libris reverentia_(Kehormatan orang terpelajar berasal dari buku)

0 Comments:

Posting Komentar