Maka baiknya kita belajar dari film animasi kungfu Panda, tapi sebelumnya karena tulisan ini agak panjang, siapkan seember kopi. Upss. Mksudnya segelas kopi😊
Dunia persilatan di gegerkan oleh terpilihnya kesatria naga dari golongan biasa, dia si panda pekerjaan sehari-hari nya hanyalah sebagai penjual mie.
Ialu di besarkan oleh seekor ungas bernama lizane.
mereka sama Sekali tidak punya hubungan genetik antara keduanya.
Ayah angkatnya itu begitu Sangat mengingkan po menjadi penerus rumah makan mie-nya itu.
Ia berambisi agar po menjadi penerusnya menjadi tukang mie.
Namun po punya keinginan yang lain, ia ingin menjadi seorang pendekar, ia sangat terkagum dan terobsesi dengan lima pendekar murid master shifu.
Tetapi persoalannya po sama sekali tidak punya keterampilan bela diri, itulah yang membuat master shifu dan ke lima muridnya di penuhi tanda tanya besar, mengapa grand master oogway mengangkat calon kesatria naga dari golongan biasa, keahliannya hanya memasak mie selebihnya bertubuh tambun?. Pantaskah ia menghalau kesaktian tai Lung? Seekor harimau jahat yang sakti mandraguna mantan murid kesayangan master shifu.
Hari demi hari master shifu jalani dengan kegelisahan yang mendalam tak bisa ia bayangkan bagaiamana kesaktian tai Lung yang sebentar lagi akan memporak-porandakan padepokanya, sesuai dengan firasat grand master oogway bahwa tai Lung akan melarikan diri dari penjara mencari wasiat naga di padepokan dimana ia berdiri saat ini.
po kemudian menjalani kehidupan latihan di padepokan bersama dengan dari ke-lima idolanya yang kini menjadi saudara se perguruanya. Dialah tigress, monkey, crane, mantis, dan viver.
Kelima sahabat seperguruannya sama sekali tidak percaya bahwa po adalah pendekar naga pilihan grand master oogway.
Ketidak yakinan itu di picu oleh kemampuan po yang sama sekali tidak punya keahlian bela diri, sementara mereka sudah menginjak level pendekar tingkat atas.
Apapun itu mereka sudah meragukan grand master oogway.
Di dalam hari-hari menjalani latihan, po memang kerap kali mendapat keraguan dari master shifu tetapi Po yang lugu itu punya tekad yang besar, ia senantiasa bersabar meyakinkan dirinya dan gurunya bahwa ia adalah pendekar naga.
Po menjalani latihan berat dari gurunya, kegagalan demi kegagagalan ia dapatkan.
sepertinya latihan berat itu sama sekali tidak membangkitkan dan menunjukan kemajuan po selain rasa sakit semata yang ia terima, jika ingin menjadi yang terbaik tabah dan bersabarlah menghadapi tekanan hidup kelak proses tidak akan mengkhianati hasil.
Master shifu harus berfikir ekstra dan melakukan pengamatan mendalam agar Po menemukan jalanya menjadi kesatria naga. Akhirnya master menemukan metode bahwa kemampuan po harus distimulasi dari kebiasaanya yaitu makan bakpao.
suka duka ia jalani bersama dengan penuh keihklasan dan derita oleh po, maka tibalah waktunya sebagai kesatria naga untuk membuka "wasiat naga" yang berada di ruangan inti padepokanya.
Master shifu, ke-lima muridnya dan po sudah sangat tidak sabar untuk mengetahui apa sebenarnya isi wasit naga tersebut?.
Lembaran itu di buka secara perlahan dan begitu hati-hati.
Ruangan padepokan seketika di penuhi keheningan dan aura keputus asaan dari seisi penghuninya tatkala mendapati wasiat naga kosong belaka, hanya lembaran kertas, tanpa coretan kata sama sekali.
Po hanya menatap dalam sebuah kolam yang berada di depannya ia hanya melihat dirinya di dalam sana.
Tibalah saatnya pertarungan besar itu antara kesatria naga dan tai Lung, tai Lung unggul secara tehknik sebab bertahun-tahun menjalani latihan keras sementara po bertarung apa adanya hanya semangat dan tekad yang besar menyala di dadanya, di tengah ketersudutanya ia bisa mengimbangi gerakan tai Lung melalui kemurnian berfikiranya.
Po tak terkendali gerakannya murni lahir dari dirinya, sehingga pada akhirnya ia mengucapkan "shikipu" sebuah mantra yang berhasil mengalirkan energi murni "che” dan mengunci tai Lung.
Sebuah pelajaran yang begitu penting dari film animasi besutan sutradara John Stevenson dan Mark Osburne, ia begitu evic memainkan ritme perjalanan hidup manusia dan melahirkan beragam cara pandang.
film kungfu panda ini memberikan beragam corak cara pandang salah satunya tentang menjadi seorang guru bahwa menjadi seorang guru mestinya bisa melihat potensi-potensi yang terpendam di dalam diri murid kita.
Bagaiamana seorang master shifu menemukan metode sederhana untuk membangkitkan bakat po.
Master shifu menyadari kegagalannya tempo hari dalam mendidik Tai Lung, kali ini ia tak ingin mendidik po seperti mendidik Tai Lung sesuai obsesinya sesuai kemauannya sehingga melahirkan murid yang pembangkang berwatak jahat seperti tai Lung.
Animasi ini mengaduk kemamapanan pengetahuan dan monotonya kehidupan, po senagaja di munculkan sebagai tokoh central yang lugu bahkan di cap bodoh tetapi mempunyai empati tinggi dan Gandrung menolong sesama.
Panda mengugat kemapanan cara pandang tentang pintar dan bodoh, bahwasanya tidak ada orang yang pintar segalanya, dan setiap orang punya sisi dimana ia bodoh.
Tidak penting soal pintar kalau menghadirkan derita bagi orang, yang terpenting adalah bagaiamana kita di pandang bodoh tapi berbuat hal yang tidak mampu di buat oleh orang pintar.
Itulah po.
dalam konteks kehidupan nyata, kita memang kerap kali menemui satu problem orang mengakuisisi dirinya, kelompoknya bahwa ilmu dan keterampilanya lah yang benar sementara yang lain salah, yang berbeda di labeli sesat, kafir, yang berbeda kerap kali dilabeli teroris.
Berangkat dari cerita serial kunfu panda ini ia menyorot tentang bagaimana manusia-manusia pilihan itu lahir
Manusia pilihan adalah mereka yang kerap kali lahir dari kekurangan dan kesengsaraan hidup.
mari kita lihat sejarah, bagaimana seorang Rasulullah Saw di usia belianya menjadi yatim piatu dan tak bisa baca tulis, menjadi pengembala di usia yang semestinya diisi dengan dunia bermain.
Tetapi ketika menginjak dewasa beliau membawa perubahan besar sejagat raya menerobos sekat-sekat pembodohan dan perbudakan dan meneguhkan kemanusiaan.
Kembali pada wasiat naga.
ternyata hanyalah sebuah gulungan kertas yang kosong.
Grand master oogway tersirat menerangkan kepada pemirsa, sejatinya manusia adalah kertas kosong putih dan bersih.
Kembalilah ke fitrahmu sebagai manusia suci itu, sebab belajar dunia adalah bagaiamana kita mempelajari diri kita sendiri.
Kertas kosong putih bersih itu seperti gulungan-gulungan fitrah kita yang tak pernah beranjak.
Tetapi ia kadang kotor oleh sifat-sifat ketamakan, kesombongan dan kerakusan seperti tai Lung.
Dan pertarungan itu ada dalam diri kita bahwa ambisi dan obsesi buta dengan segala hal sering kali membutakan sehingga kita lupa siapa diri kita dan bertanya mengapa Tuhan menitipkan kita di buminya ini.
gulungan kertas ini seperti perjalanan menemukan tuhan, menemukan sejatinya diri kita.
Ya seperti panda melihat dirinya dalam kolam, itu pesan yang penulis tangkap.
Koruptor yang menggurita di tengah budaya Dzikir yang massif, perampasan hak hidup orang banyak, pengerusakan lingkungan mungkin saja di picu oleh sebuah kelalaian akibat lupa melihat ke dalam dirinya darimana kita lahir dari mana kita datang.
Sehingga di hadapan sang pencipta kita begitu angkuh sombong, paling merasa benar dan menganggap dunia adalah taklukanya
mengenal sang pencipta bukan bolak baliknya kita ke mesjid bukan terlenanya kita di dalam surau atau bukan maraknya pengajian.
Bahkan bukan pula bolak baliknya kita ke tanah suci.
Tetapi bagaiamana kita mencoba menghilangkan sekat dalam diri, tentang tingginya ilmu, banyaknya harta tinginya pangkat dan jabatan.
Tetapi belajar men-sejajar-kan diri dengan setiap manusia lainnya.
Dan berbaur di tengah-tengah kaum yang teraniaya.
sehingga mengapa kemudian lebaran adalah hari dimana kita kembali suci.
Kesucian itu tidak serta merta disandang setelah sekian lama jiwa dan raga ini berkubang dalam kelupaan diri tentang eksistensi ke-tuhan-an, orang menyebutnya Dosa.
proses panjang itu kita di godok di wajibkan menahan lapar dan haus selama satu bulan serta di wajibkan bersedekah, untuk membangkitkan kepekaan nurani dan keempatian yang tinggi.
puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi bagaimana kita bisa merasakan tentang laparnya orang miskin dan anak yatim, dan tentang mereka yang hidup di jalanan.
Sehinga kemudian diwajibkan bagi orang mampu untuk bersedekah sebagai bentuk empati bagi mereka yang tak punya apa-apa, serta penegasan bahwa sebagian harta kita ada hak orang miskin di dalamnya.
Pertanyaan besar menanti kita kedepan
apa yang akan kita lakukan setelah puasa berlalu?. Apakah ini hanya akan menjadi sekedar ritus menahan lapar belaka atau mensifati puasa yang lebih penting?.
kita mungkin tidak bisa melihat jauh siapa kita, tanpa mencoba kembali kepada kekosongan dan menjamahnya dalam sunyi kesunyian memercikkan ketenangan.
Seperti kata grand master oogway.
"Kita tidak akan menemukan jawaban apapun saat hati dan pikiran tengah gelisah dan keserakahan akan membuat seorang merasa kurang dan terus mengambil hak orang lain".

.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar