Napoleon Bonaparte punya kebiasaan unik. Setiap kali menyelesaikan pertempuran, dia mencari tempat tertinggi di sekitar daerah itu. Di tempat itulah Napoleon mengamati medan pertempuran dan sekitarnya. Dia mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan memikirkan antisipasinya. Ut est rerum omnium magister usus (pengalaman adalah guru dari semua hal).
Dengan berpikir ke belakang, Napoleon belajar strategi perang yang membawanya menjadi salah satu orang yang andal di bidang tersebut. Napoleon melakukan refleksi untuk lebih berdaya.
Apa sih refleksi itu?
Refleksi adalah proses memeriksa, menghubungkan, dan mengembangkan makna dari pengalaman kita untuk mendapatkan pemahaman tentang diri sendiri dan dunia di sekitar kita. Ini terjadi secara alami, seperti ketika kita melihat kembali suatu pengalaman dan mempertimbangkan apa yang akan kita lakukan secara berbeda atau apa yang kita pelajari darinya.
Refleksi diri aktif adalah ketika kita melakukan upaya untuk mengembangkan refleksi diri sebagai keterampilan melalui penerapan dan latihan secara teratur.
Mengapa ini Penting bagi Murid?
Murid, pada usia atau kelas berapa pun, menjalani rutinitas belajar. Mereka terlibat dalam aktivitas belajar, menyelesaikan tugas, menjawab tantangan, dan bekerja sama dengan teman. Kemudian, selama 5-10 menit terakhir, mereka diminta untuk merefleksikan pelajaran yang mereka ikuti, tantangan yang mereka selesaikan, atau umpan balik tugas yang saja dikembalikan kepada mereka. Mereka diminta untuk memikirkan apa yang dapat mereka lakukan secara berbeda, atau bagian mana yang ingin mereka jelajahi lebih dalam.
Itu dilakukan secara rutin, sebagai pembiasaan. Menurut Anda, akan terbentuk menjadi apa atau seperti apa murid-murid itu?
Praktik refleksi mendorong pemikiran kritis dan menumbuhkan kesadaran yang kuat tentang diri sendiri dan apa yang telah murid pelajari. Hanya dalam 5-10 menit, murid mendapatkan wawasan tentang kekuatan, tantangan, dan minat mereka. Praktik seperti ini juga meningkatkan kemampuan murid dalam menyimpan pengetahuan.
Refleksi diri yang aktif akan merangsang kreativitas, menghasilkan cara baru dalam memandang sesuatu yang mengarah pada pertumbuhan. Pada akhirnya, hal tersebut membangun keterampilan pemecahan masalah yang lebih kuat, mengarah dan menghasilkan kepercayaan diri yang lebih besar.
Ketika seorang murid merefleksikan pencapaian mereka dan peluang untuk melakukan peningkatan, mereka melihat jalan untuk menghadapi tantangan masa depan. Setiap pengalaman belajar menjadi lebih bermakna dan lebih produktif.
Seiring waktu, semakin aktif mempraktikkan refleksi diri, semakin efektif dampaknya. Praktik refleksi diri aktif bisa dilakukan pada semua kegiatan di sekolah mulai, di rumah, dan di masyarakat

.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar