Pemilihan judul tulisan "Guru Bukan Sekedar Profesi", memberikan penekanan pada esensi mendalam dari peran seorang guru yang melampaui batasan, bukan hanya sebuah pekerjaan formal saja. Judul tulisan ini mau menggambarkan bahwa menjadi guru tidak hanya sekedar mengajar mata pelajaran, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral dan emosional dalam membentuk karakter dan masa depan siswa. Guru harus menjadi sosok panutan yang menginspirasi, membimbing, dan mendukung siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan menyoroti bahwa guru bukan hanya profesi, kita menghargai dedikasi, komitmen, dan pengorbanan yang diberikan guru setiap hari.
Judul ini mengajak masyarakat untuk melihat peran guru sebagai sesuatu yang lebih luas dan bermakna dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia.
Guru merupakan bentuk panggilan jiwa yang penuh dengan dedikasi dan pengabdian. Menjadi seorang guru berarti mengambil peran sebagai pembimbing, penginspirasi, dan pembentuk masa depan. Lebih dari sekadar mengajar di dalam kelas, seorang guru berkomitmen untuk mengembangkan potensi setiap siswa, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan dukungan moral.
Selain itu, guru juga berperan sebagai teladan yang menanamkan nilai-nilai kehidupan, etika, dan integritas. Dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, seorang guru tetap berdiri teguh, terus belajar, dan berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi siswa. Oleh karena itu, tanggung jawab guru adalah menjalankan sebuah misi mulia yang berdampak besar pada kemajuan individu dan masyarakat.
Konsep label mulia yang disandangnya, bukan sekedar pemanis kata belaka. Namun, label mulia merujuk pada tugas dan fungsi guru mencerdaskan generasi penerus bangsa dalam konteks dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Suatu tanggung jawab tugas yang komplit, sebagaimana mengacu pada semboyan Trilogi pendidikan Bapak Ki Hajar Dewantara, “ING NGARA SUNG TULADHA”, Seorang guru harus mampu menjadi contoh bagi siswanya, baik sikap maupun pola pikirnya. “ING MADYA MANGUN KARSA”, seorang guru bila berada diantara siswanya maka guru tersebut harus mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswanya. “TUTWURI HANDAYANI”, seorang guru harus mampu mendorong dan memberikan kepercayaan kepada siswa agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Guru perlu menjadi contoh dan teladan melalui perilakunya, guru perlu memberikan motivasi dan dorongan kepada siswanya untuk berkembang sesuai minat, bakat, dan kebutuhannya dan guru perlu mengembangkan siswanya dengan menyediakan iklim sekolah yang menumbuhkan kepemimpinan murid (Student Agency). Selanjutnya, hasil dari tugas guru adalah akan menghasilkan generasi yang menjadi penerus dan berdampak bagi estafet keberlanjutan bangsa.
Hal tersebut dapat terealisasi, apabila guru mengasah kemampuannya dalam sejumlah kompetensi. Sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat 1, yang menjelaskan tentang kompetensi guru meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Oleh karena itu, label mulia sangat pantas bagi seorang guru yang menunjukkan dedikasinya bagi kemajuan pendidikan.
Mulianya profesi guru, menuntut seorang guru perlu memiliki motivasi internal baik. Motivasi menjadi guru tumbuh dari keinginan yang tulus dan ikhlas untuk mencerdaskan generasi penerus, bukan memilih profesi guru karena peluang dan imbalan yang mampu menopang ekonomi. Dengan motivasi internal baik dapat memberikan dorongan, semangat, daya juang, inovasi, dan kreativitas bagi seorang guru dalam melahirkan pembelajaran yang berpihak pada murid.Dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan, bonus demografi bangsa tahun 2045, dan berbagai tantang Pendidikan seperti literasi, numerasi, karakter, iklim keamanan sekolah, iklim kebhinekaan, dan kualitas pembelajaran. Maka guru perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berupaya mengadaptasikan diri dengan perkembangan yang ada. Oleh karena itu, guru yang mulia selain memiliki motivasi internal yang, guru harus bersemangat mengembangkan diri agar bisa memenuhi kebutuhan belajar muridnya.
Pengembangan diri bukanlah paksaan tetapi dilakukan dengan kesadarannya demi melahirkan generasi yang sesuai harapan dan tantangan saat ini dan masa mendatang. Guru dapat mengembangkan diri melalui program-program unggulan Kemendikbudristek seperti Pendidikan Guru Penggerak, Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, bimtek, dan pelatihan peningkatan kompetensi.
Motivasi internal menjadi guru yang selaras dengan tugas guru, dan kesadaran penuh mengembangkan kompetensi untuk menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid, sehingga menunjang tugas mencetak generasi penerus yang hebat dan tangguh bagi keberlanjutan bangsa adalah hal baik yang perlu dimiliki setiap guru untuk menunjang kompleksitas tugas guru sebagai suatu tugas yang dilabeli dengan kata mulia.
Berusahalah menjadi seorang guru yang memiliki peran mulia bagi kemajuan pendidikan. Guru adalah ujung tombak dalam proses belajar-mengajar, yang tidak hanya mentransformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan sikap siswa. Melalui dedikasi dan ketekunan, guru memotivasi dan menginspirasi siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka.
Guru juga berperan sebagai agen perubahan yang memperkenalkan inovasi dan metode pembelajaran terbaru, sehingga pendidikan selalu relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman. Tanpa kehadiran dan kontribusi seorang guru yang berhati mulia, kemajuan pendidikan tidak akan dapat tercapai. Oleh karena itu, tugas mulia yang diemban seorang guru akan menjadi fondasi bagi terciptanya generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.(*)

.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar